Pesan Nyepi Damai dan Tabanan Bersih Menggema Lewat Parade Ogoh-Ogoh

Pawai Ogoh-Ogoh se Desa Adat di Tabanan menampilkan kreativitas generasi muda sekaligus melestarikan seni budaya.

20 Maret 2026, 19:58 WIB

Tabanan – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar persembahyangan Tawur Agung Kesanga di Catus Pata Kota Singasana, Rabu (18/3).

Usai persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan Pawai Ogoh-Ogoh se-Desa Adat Kota Tabanan yang berlangsung meriah di depan jaba Pura Dalem Prajapati.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, M.M, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Tawur Agung Kesanga menjadi bagian penting dari rangkaian Nyepi, bertujuan menyucikan alam semesta serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Sementara itu, Pawai Ogoh-Ogoh menampilkan kreativitas generasi muda sekaligus melestarikan seni budaya.

Berbagai karya ogoh-ogoh yang diarak tidak hanya memuat nilai filosofis, tetapi juga kritik sosial yang dikemas artistik, sehingga menarik perhatian masyarakat.

Sebanyak 25 ogoh-ogoh dari 24 Banjar Adat tampil dalam parade. Hadir pula Wakil Bupati I Made Dirga beserta istri, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, perangkat daerah, serta tokoh adat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan dukungan pemerintah terhadap kreativitas yowana.

Dia menyebut perkembangan pembuatan ogoh-ogoh dari tahun ke tahun semakin maju, bahkan kini memanfaatkan teknologi.

Momentum Nyepi, menurutnya, menjadi wadah menumbuhkan semangat berkarya, mempererat kebersamaan, dan menjaga kelestarian budaya.

Bupati juga menyampaikan pesan damai lintas umat beragama serta mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kebersihan adalah isu nasional yang harus dijaga bersama sebagai tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika, menambahkan, setiap ogoh-ogoh diiringi yowana yang membawa plastik untuk mengumpulkan sampah, sehingga parade tetap tertib dan minim sampah.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan budaya ini. ***

Berita Lainnya

Terkini