Petani Tabanan Gantung Diri di Pohon Durian

7 April 2016, 19:59 WIB
gantung%2Bdiri
ilustrasi/net

Kabarnusa.com – Gara-gara frustrasi penyakit syarafnya tak kunjung sembuh, Ketut Janten (54), nekat mengahiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon durian, Kamis (7/4/2016).

Informasi di lapangan, korban yang berprofesi sebagai petani di Banjar Umapoh, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali ini sebelum gantung diri pamit pada anak pertamanya, Ni Wayan Padmawati pergi ke kebun untuk bekerja sekitar jam 07.00 pagi.

Sekitar pukul 08.30, anak kedua korban I Made Dirgayusa menyusul ke kebun bermaksud untuk memetik cabe dan mencari buah durian.

Sesampainya  di kebun, Made Dirgayusa ketika hendak mencari buah durian, terkejut karena melihat korban  tergantung lemas di pohon durian miliknya menggunakan tali plastik warna biru.

Anak korban yang juga  saksi ini kemudian berteriak meminta tolong kepada Jero Mupu dan warga untuk menurunkan korban. Di antara warga lantas melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian yang langsung ke TKP.

Kapolsek Baturiti Kompol Heri Supriawan seijin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi membenarkan kasus gantung diri tersebut.

Menurut Kapolsek, berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan korban oleh Tim Medis dari Puskesmas, disimpulkan korban tewas murni karena gantung diri. “Korban tewas sekitar 30 menit sebelum dilakukan pemeriksaan media,” ujarnya.

Disebutkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban nekat gantung diri diduga kuat karena frustrasi karena penyakit syaraf yang dideritanya setahun terakhir ini tidak kunjung sembuh.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah dan menolak korban untuk diotopsi,” pungkas Kapolsek. (Gus)

Artikel Lainnya

Terkini