Palu– Estafet kepemimpinan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah resmi berlanjut. Melalui mekanisme aklamasi yang penuh suasana kekeluargaan, Muhammad Iqbal dan Abdullah K. Mari kembali dipercaya menakhodai AMSI Sulteng untuk masa bakti 2026–2030.
Keputusan ini diketok dalam gelaran Konferensi Wilayah (Konferwil) II AMSI Sulteng yang berlangsung di Hotel Santika Palu.
Pimpinan Sidang, Basri Marzuki, membacakan ketetapan tersebut setelah seluruh peserta musyawarah menyatakan kesepakatan bulat tanpa keberatan.
Menuntaskan Agenda Besar
Kembalinya duet Iqbal dan Abdullah sebagai mandat untuk menuntaskan berbagai agenda strategis yang masih berjalan.
Dalam sambutan emosionalnya, Muhammad Iqbal menegaskan periode kedua ini adalah momentum untuk mengonkretkan visi besar organisasi.
“Masih sangat banyak hal yang harus dikonkretkan untuk membesarkan organisasi ini. Ada tugas-tugas besar dan standar kualitas yang harus terus kita tingkatkan bersama,” ujar Iqbal dengan nada optimis.
Iqbal pun menitipkan pesan kuat mengenai pentingnya loyalitas dan solidaritas kolektif. Ia berharap kepercayaan yang diberikan anggota diiringi dengan komitmen untuk bergerak bersama, bukan membiarkan pengurus bekerja sendirian.
“Karena teman-teman yang meminta kami berdua, maka setelah ditunjuk, jangan ditinggalkan. Jika kita solid, membesarkan organisasi ini bukan hal yang mustahil,” tegasnya.
Setali tiga uang, Sekretaris Terpilih Abdullah K. Mari menekankan, fokus AMSI Sulteng ke depan akan tertuju pada penguatan program prioritas, termasuk peningkatan kapasitas anggota dan kemandirian finansial media-media lokal di bawah naungan AMSI.
“Program-program yang telah disusun membutuhkan tenaga dan pikiran dari seluruh pengurus, termasuk calon anggota baru. Kami mengapresiasi kepercayaan ini dan siap melanjutkan perjuangan ini bersama-sama,” ungkap Abdullah.
Kepemimpinan: Duet Muhammad Iqbal (Ketua) dan Abdullah K. Mari (Sekretaris) terpilih secara aklamasi.
Masa Bakti: 2026–2030.
Visi Utama: Penguatan struktur organisasi, profesionalisme konten, dan kemandirian ekonomi mèdia. siber di Sulawesi Tengah.
Konferwil II ini resmi ditutup dengan semangat baru bagi industri media digital di Sulteng, membawa harapan agar ekosistem informasi di Bumi Tadulako semakin sehat, kredibel, dan berdaya saing tinggi. ***

