Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah Pejabat Utama Mabes dan 19 Kapolda Berganti

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar di lingkungan kepolisian.

3 Oktober 2026, 12:57 WIB

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh korps bhayangkara. Sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) resmi dimutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kebijakan ini mencakup perombakan pada sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga level kepolisian daerah (polda).

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menjelaskan mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar di lingkungan kepolisian.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan guna menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas operasional, sekaligus sebagai bentuk pembinaan karier dan penyegaran struktur organisasi agar semakin optimal dalam melayani masyarakat.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Dari total 88 personel yang mengalami pergeseran posisi, sebanyak 70 di antaranya tercatat mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru. Perombakan paling signifikan terlihat pada jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri yang melibatkan 14 personel pada posisi strategis.

Beberapa posisi kunci yang mengalami pergantian di tingkat Mabes Polri meliputi Komjen Pol. Asep Edi Suheri sebagai Irwasum Polri, Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri, Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kabareskrim Polri, serta Irjen Pol. Hery Herjawan yang dipercaya menjabat sebagai Kabaharkam Polri. Selain itu, posisi Kalemdiklat Polri kini diisi oleh Irjen Pol. Rudi Darmoko, Astamarena Kapolri oleh Irjen Pol. Andik Setiyono, Aslog Kapolri oleh Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan, dan As SDM Kapolri oleh Brigjen Pol. Deni Dharmapala.

Mutasi di tingkat Mabes Polri juga menyasar sejumlah kepala divisi dan satuan khusus, di antaranya Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri, Irjen Pol. Roberto G. M. Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri, Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani sebagai Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Ahrie Sonta N. sebagai Kadivkum Polri, Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi sebagai Kakortastipidkor Polri, serta Kombes Pol. Didik Hariyanto yang mengemban tugas baru sebagai Koorspripim Polri.

Tidak hanya di tingkat pusat, mutasi gelombang ini juga merombak kepemimpinan di 19 kepolisian daerah. Sejumlah jabatan kepala kepolisian daerah (kapolda) yang berganti di antaranya Kapolda Metro Jaya yang kini dijabat oleh Irjen Pol. Dadang Hartanto, Kapolda Jabar oleh Irjen Pol. Hengki, Kapolda Jateng oleh Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jatim oleh Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, hingga Kapolda Bali yang kini dipercayakan kepada Brigjen Pol. Pasma Royce.

Pergantian kepolisian daerah lainnya meliputi Kapolda Maluku, Kepri, Riau, NTT, Banten, Sumbar, Sulsel, Jambi, Gorontalo, Sumut, Sumsel, Sulteng, Sulbar, hingga Kapolda DIY.

Selain rotasi jabatan, mutasi kali ini juga mencakup kenaikan tingkat kepangkatan bagi 21 personel serta penyesuaian jenjang jabatan bagi Pati dan Pamen lainnya.

Menutup keterangannya, Irjen Pol. Johnny berpesan agar seluruh perwira yang baru saja dilantik atau menduduki posisi anyar dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka yang baru, serta melanjutkan program-program yang telah berjalan secara profesional.

“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan, dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Terkini