Batam -Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi sekaligus pembentukan Forum Koordinasi Penanganan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tahun 2026.
Berlangsung di Aston Batam pada Selasa hingga Rabu, 22–23 September 2026, forum strategis ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan langkah komprehensif dalam menangani pengungsi dan mengamankan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Rangkaian acara pada hari pertama diawali dengan laporan pertanggungjawaban oleh Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang PKPD Rudenim Pusat Tanjungpinang, I Wayan Putu Wiadnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan resmi Kepala Kantor Wilayah Ditjenim Kepri yang diwakili oleh Kabid WASDAKIM Ditjenim Kepri, Denni Tresno Sulistianto. Penyelenggaraan forum ini dinilai sangat efektif dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar-instansi di bawah koordinasi Rudenim Pusat.
Memasuki agenda inti pada hari kedua, sesi rapat dipandu oleh Kasi Penempatan, Nolly Rodus Voviroy Carnolo Telaumbanua, selaku moderator. Sejumlah narasumber penting turut memaparkan materi dalam sesi tersebut, di antaranya
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepri Drs. Muhammad Ikhsan, M.Sc., Head of Field Office IOM Batam Khairul Bahri, serta Kabid PKPD Rudenim Pusat Tanjungpinang I Wayan Putu Wiadnya.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari lintas instansi. Perwakilan BINDA Kepri, Kolonel Inf. Friandho Karim, S.Sos., menyoroti urgensi penyelarasan data antar-stakeholder dan kolaborasi lintas instansi dalam mengantisipasi persoalan di Kepri, termasuk penanganan kasus love scamming.
Sementara itu, Kaban Kesbangpol Kota Tanjungpinang Samsudi, S.Sos., M.H., membahas dinamika pengungsi mandiri, dan Koarmada I melalui Mayor Laut (PM) Hengki Ade Setiawan menyarankan pelibatan tiga matra TNI demi memperkokoh pertahanan negara.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh perwakilan lembaga sosial Yakesma, Ilham Haryoko, serta Polresta Tanjungpinang yang diwakili oleh AKP Monang P. Silalahi, S.H., yang memaparkan langkah preventif pengamanan di sekitar Rudenim Pusat.
Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang, Erybowo Radyan Asmono, menegaskan forum ini merupakan langkah penting dalam menyatukan gerak langkah antar-instansi.
“Kegiatan Rapat koordinasi dan pembentukan FORKOPDENSI 2026 ini menjadi momentum krusial bagi Rudenim Pusat dan seluruh stakeholder untuk menyamakan persepsi, di mana Rudenim Pusat Tanjungpinang terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektoral mulai dari optimalisasi pengawasan pengungsi mandiri, penyelarasan data, hingga langkah preventif pengamanan dalam menjaga stabilitas ketertiban umum di wilayah Kepulauan Riau,” ujar Erybowo.
Berdasarkan hasil rapat, disepakati beberapa poin rekomendasi strategis, salah satunya adalah Penyusunan Format Integrasi Data guna membentuk mekanisme komunikasi bersama antara Rudenim, IOM, BINDA, dan instansi terkait di wilayah Kepri untuk menghindari tumpang tindih data.
Melalui forum ini, seluruh instansi berkomitmen untuk terus merajut sinergi yang solid dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban wilayah Kepulauan Riau secara berkelanjutan.***

