Presiden: Libur Panjang Jangan Sampai Berdampak Terhadap Kenaikan Kasus Corona

20 Oktober 2020, 06:23 WIB

Presiden Joko Widodo/Biro Pers Setpres

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta agar saat libur panjang dan cuti
bersama akhir Oktober ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus
Covid-19. Untuk itu, pemerintah berupaya untuk mengantisipasi penyebaran
Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober mendatang.

Hal itu ditegaska, saat memimpin rapat terbatas mengenai hal tersebut,
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya agar peningkatan laju penularan
pandemi tidak terjadi selepas masa libur tersebut.

“Kita memiliki pengalaman kemarin libur panjang, pada satu setengah bulan yang
lalu mungkin. Setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi, perlu kita
bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai
berdampak pada kenaikan kasus Covid,” di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin,
19 Oktober 2020.

Berdasarkan data per 18 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia
berada pada angka 17,69 persen. Angka tersebut sudah lebih rendah dari
rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,54 persen.

“Ini bagus sekali. Kita 17,69 persen, dunia 22,54 persen,” Presiden
menyebutkan.

Dalam data yang sama, rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga
menurun dari sebelumnya berada pada angka 3,94 persen menjadi 3,45 persen. Hal
itu juga diikuti dengan rata-rata kesembuhan di Indonesia yang membaik.

Kemudian rata-rata kesembuhan di Indonesia 78,84 persen. Ini juga lebih tinggi
dari rata-rata kesembuhan dunia yang 74,67 persen.

Kepala Negara berharap dan berupaya agar angka-angka perbaikan tersebut dapat
semakin meningkat dari waktu ke waktu agar selanjutnya tren penyebaran kasus
Covid-19 di Indonesia semakin membaik. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini