Rektor BIM University: Kampus Dorong Mahasiswa Lulus Cepat Lewat Program ‘CAT-Cepat’ dan Pengalaman Kewirausahaan

Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mendorong para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan masa studinya tepat waktu melalui skema khusus yang dinamakan CAT (Cepat, Awal, Tepat).

5 Oktober 2026, 10:40 WIB

Denpasar -Bali Internasional Muhammadiyah (BIM) University berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja dan mandiri melalui berbagai program inovatif. Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah program percepatan studi serta penguatan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa.

Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menjelaskan  pihaknya mendorong para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan masa studinya tepat waktu melalui skema khusus yang dinamakan CAT (Cepat, Awal, Tepat).

“Kami dorong anak-anak ini bisa lulus dengan skema CAT, yakni Cepat, Awal, Tepat. Jadi bisa lulus tepat waktu, awal waktu, dan tepat,” ujar Prof. Harun saat ditemui di Denpasar, Senin (5/10/2026).

Selain fokus pada percepatan akademik, BIM University juga memberikan pengalaman langsung di dunia industri dan kewirausahaan.

Mahasiswa didorong untuk terjun langsung melalui pendekatan doing business dan learning to do business, sehingga tidak sekadar memahami teori (knowing business).

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap jiwa kewirausahaan, pihak kampus turut membimbing dan mendorong mahasiswa dalam merintis usaha rintisan (startup).

Prof. Harun mencontohkan bahwa BIM University saat ini menggandeng salah satu perusahaan kuliner terkemuka, yakni Mail Space, yang merupakan hasil pengembangan dan perakitan mandiri di Indonesia.

“Izinnya dari Kementerian Hukum dan HAM sudah keluar, dan saat ini sedang menunggu nomor induk perusahaan dari direktorat terkait,” tandasnya didampingi I Gede Andika Wirateja, S.E., M.Sc., M.A. Staf Humas dan Kerja Sama BIM University

Dengan berbagai program tersebut, BIM University berharap lulusannya tidak hanya siap terserap di dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru secara mandiri.

Lebih lanjut Prof Harun mengungkapkan terkait
rencana pembukaan prodi baru dipastikan melalui kajian yang mendalam terlebih dahulu.  

Dijelaskan tujuan pembukaan prodi  sebagai langkah ini tidak hanya sekadar menambah prodi, tetapi juga dilakukan dengan tetap mengedepankan prioritas kebutuhan masyarakat.  

Untuk prioritas Kebutuhan: Mencakup prioritas kebutuhan pembangunan, prioritas kebutuhan nasional, hingga prioritas tren. ***

Berita Lainnya

Terkini