UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center Resmi Diluncurkan untuk Akselerasi Riset dan Kedaulatan AI Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyatakan pendirian pusat riset ini mencerminkan visi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu memproduksi dan menyumbangkan inovasi AI bagi dunia.

16 Agustus 2026, 19:22 WIB

Yogyakarta— Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta.

Kehadiran fasilitas mutakhir ini menandai berdirinya pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis universitas pertama di Indonesia yang difokuskan untuk memperkuat riset, inovasi, serta pengembangan talenta digital berstandar global.

Sebagai bagian dari inisiatif strategis Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE), pusat teknologi ini dirancang sebagai wadah sinergi antara pemerintah, industri global, dan akademisi.

Langkah kolaboratif tersebut diharapkan mampu mengakselerasi penerapan riset AI di berbagai sektor prioritas pembangunan nasional sekaligus meletakkan fondasi yang kokoh bagi kedaulatan digital Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyatakan pendirian pusat riset ini mencerminkan visi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu memproduksi dan menyumbangkan inovasi AI bagi dunia.

“Melalui inisiatif ini, kita sedang meletakkan fondasi kedaulatan AI Indonesia sekaligus memastikan bahwa AI menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing nasional, dan solusi atas berbagai tantangan utama bangsa,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, Rabu (13/8).

Dari sisi infrastruktur, UGM Indosat NVAITC didukung penuh oleh platform AI full-stack milik NVIDIA serta GPU Merdeka—platform sovereign GPU-as-a-Service dari Indosat.

Kombinasi teknologi tingkat enterprise ini memberikan akses komputasi berkecepatan tinggi, perangkat lunak AI, model terlatih (pretrained models), serta kerangka kerja pengembangan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sivitas akademika UGM.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan komitmen perusahaannya dalam meratakan akses teknologi masa depan ke seluruh penjuru negeri.

“Kami menghadirkan teknologi dan keahlian AI global terbaik ke Indonesia, sekaligus memperluas akses bagi ekosistem peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator agar bangsa ini mampu menciptakan dan menyumbangkan inovasi AI bagi dunia,” kata Vikram.

Senada dengan hal tersebut, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam komunitas riset dan pengembangan teknologi.

Menurutnya, pemanfaatan AI yang didukung oleh model terbuka dan keahlian global akan mampu membawa perubahan nyata, khususnya dalam sektor kesehatan, pertanian, hingga mitigasi bencana di tanah air.

Pada tahap awal pengembangannya, UGM Indosat NVAITC akan mengarahkan fokus riset multidisiplin pada sejumlah proyek strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Beberapa proyek unggulan yang akan segera dikembangkan meliputi:

• eNose-TB: Teknologi penapisan (screening) berbasis AI untuk mendukung percepatan penanggulangan tuberkulosis di Indonesia secara lebih efektif dan terjangkau.

• SmartAgri: Pemanfaatan AI multimodal, edge computing, dan teknologi pertanian presisi guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan sektor pertanian di iklim tropis.

• Tech4Disaster: Platform AI geospasial yang dirancang khusus untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana alam secara cepat dan akurat.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., Sp.A(K)., menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah strategis dalam mendukung hilirisasi riset perguruan tinggi.

“Melalui NVAITC, kami memperluas akses terhadap infrastruktur AI cangkih bagi mahasiswa dan peneliti, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin di bidang krusial seperti kesehatan, pertanian, dan ketahanan bencana,” ungkap Prof. Ova.

Dukungan serupa disampaikan oleh Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A., selaku Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM. Ia meyakini bahwa kehadiran fasilitas berstandar dunia di dalam negeri akan memangkas jarak para periset lokal dalam mewujudkan inovasi kesehatan yang inklusif.

“Langkah ini membawa kami semakin dekat pada mimpi besar untuk menghadirkan teknologi kesehatan yang terjangkau dan mudah diakses, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia,” tutur Dr. Dian.

Peresmian UGM Indosat NVAITC ini merupakan puncak dari rangkaian proses panjang yang telah dimulai sejak penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada awal tahun 2026, menyusul tahap tata kelola organisasi yang dirintis pertengahan tahun lalu. Ke depan, pusat teknologi ini diharapkan mampu terus mencetak talenta-talenta unggul yang siap membawa Indonesia memimpin transformasi digital di kancah global.***

 

Berita Lainnya

Terkini