Resmikan Balai Budaya Senilai Rp 7,5 Miliar, Koster Apresiasi Gotong Royong Warga

23 Oktober 2017, 05:44 WIB
20171021 154047
Wayan Koster menandatangani prasasti Balai Budaya di Bangli

BANGLI – Anggota Komisi X DPR RI Dr. Ir. Wayan Koster meminta masyarakat menggunakan Balai Budaya Desa Pekraman Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli yang menelan anggaran hingga Rp 7,5 Miliar sebaik-baiknya.

Pembangunan balai budaya ini sebagain anggarannya atas fasilitasi KBS (Koster Bali Satu), yang tahun 2015 menurunkan anggaran Rp 600 juta dari total Rp 1,2 miliar anggaran pembangunan balai budaya Desa Pekraman Pengotan ini.

KBS mengapresiasi tingginya semangat swadaya krama Desa Pekraman Pengotan dalam pembangunan di wilayahnya.

KBS hadir bersama Bupati Bangli I Made Gianyar, Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD Ngakan Kutha Parwata, serta sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bangli dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangli akhir pekan lalu.

Tingginya semangat swadaya warga mendapat apresiasi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang mengaku sangat bangga dengan krama Desa Adat Pengotan yang secara bergotong-royong mewujudkan Pura Penataran Agung dan Balai Budaya yang dinilainya sangat representatif.

“Gotong-royongnya sangat bagus, cara-cara penggalian dananya juga sangat baik. Saya memberikan apresiasi yang tinggi, dan apa yang dilaksanakan krama Desa Pekraman Pengotan ini harus dijadikan contoh dalam membangun dan memajukan desanya masing-masing,” kata KBS.

Dia berpesan agar warga dapat memanfaatkan dan memberdayakan bangunan yang sudah ada, baik itu Pura Agung Penataran maupun budaya. Jangan sampai bangunan-bangunan yang bagus tersebut berdebu karena jarang dipergunakan.

“Harus digunakan dengan sebaik-baiknya untuk membina generasi muda dan masyarakat secara umum, baik itu untuk pendidikan, keagamaan, budaya, pariwisata serta kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya. Sehingga suasana kehidupan di Desa Pekraman Pengotan benar-benar sehat,” ujar KBS.

Sebelum meresmikan balai budaya, KBS berserta krama melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Desa Pekraman Pengotan, yang sedang mengelar Upacara Karya Agung Malik Sumpah, Mlaspas, Meras lan Ngenteg Linggih.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia yang juga Bendesa Adat Pengotan, Wayan Kopok, total anggaran pembangunan mencapai Rp 7,5 miliar.

Dana-dana yang terhimpun baik dari swadaya masyarakat, bantuan pemerintah daerah termasuk bantuan APBN yang difasilitasi KBS, swadaya masyakat, kegiatan-kegiatan penggalian dana terkumpul Rp 6,5 miliar. Yang menarik, tiap krama pengarep dikenakan pepesonhingga Rp 7 juta.

Anggota Badan Anggaran DPR RI ini juga mendukung kegiatan Desa Wisata di Desa Pekraman Pengotan. Karena menurutnya, Desa Pekraman Pengotan memiliki adat dan budaya yang sangat kuat dan unik.

Kedepannya KBS berharap pemerintah daerah memfasilitasi dan mendorong pengembangan Desa Wisata di Desa Pekraman Pengotan yang berbasis adat dan budaya yang menjadi landasan tatanan kehidupan masyarakat. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini