Ribuan Benih Lobster Diselundupkan ke Pulau Bali

13 Oktober 2015, 00:00 WIB

Benih%2BLobster

Kabarnusa.com – Aksi penyelundupan lewat jalur darat kembali digagalkan petugas di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali dengan mengamankan ribuan benih lobster. .

Ribuan benih lobster berjenis Mutiara diangkut mobil Pik-up L 300 nopol P 8906 VG, dikemudikan Subandrio (40) warga asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Aksi penyelundupan tersebut sebenarnya terjadi Minggu (11/10) siang, namun polisi baru merilis Senin (12/10/2015) lantaran masih dilakukan pengembangan.

“Kami mendapat informasi bahwa ada kendaraan yang akan menyebrang ke Jawa membawa ribuan benih lobster. Setelah kami sanggongi hingga 7 jam, akhirnya penyelundupan tersebut berhasil kami gagalkan,” terang Husaini, Penanggung Jawab Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar Wilker Gilimanuk..

Menurut Husaini, ribuat benih Lobster ini dibawa dari Lombok, NTB dan hendak dikirim ke pemesannya di Jawa dengan modus dibungkus dalam 40 kantong plastik, ditempatkan dalam 5 kardus rokok.

Untuk mengelabui petugas, 5 kardus ini ditaruh di bak mobil ditumpuk dengan karpet, keranjang buah jeruk serta terakhir ditutup dengan terpal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ribuan benih Lobster tersebut diperoleh dari tangan H.R di Lembar, Lombok dan hendak dikirim kepada B.W di Desa Bulusan, Kecamatan Ketapang, Banyuwangi.

“Setelah kami sampling, setiap kantong plastik isi 105 ekor, jadi totalnya itu ada 4.200 ekor benih Lobster. Ada beberapa yang sudah mati, sisanya akan kami lepaskan di Selat Bali karena di sana habitat mereka, arusnya tak terlalu deras dan ada terumbu karangnya,” ujar Husaini.

Ribuan benih lobster itu merupakan jenis Lobster kualitas unggulan yang kebanyakan dikirim dari daerah Lombok dan diekspor ke Negara Asia Tenggara seperti Vietnam.

Harga benihnya per ekor juga terbilang cukup mahal yakni mencapai Rp 26.000 dan jika sudah berukuran dewasa Lobster Mutiara ini mampu menembus angka Rp 400.000 – Rp 700.000 per Kg-nya.

Perdagangan lobster jenis Mutiara ini dilarang lantaran melabrak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 1/Permen – KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus Spp), Kepiting (Scylla Spp) dan Rajungan (Portunus Pelagicus Spp).

Dalam aturan ini disebutkan bahwa Lobster jenis ini boleh dilalulintaskan setelah ukurannya mencapai 8 Cm (panjang Kerapas) dan dalam kondisi tidak sedang bertelur. Sedangkan, yang diamankan petugasnya saat ini ialah benih Lobster yang sudah jelas-jelas menyalahi aturan.

“Tindaklanjutnya memang harus dilepasliarkan di habitat aslinya sesuai Permen KP itu. Untuk pidananya ini akan dijerat dengan UU No.45 Tahun 2009 Tentang Kelautan dan Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar 1,5 Miliar Rupiah,” pungkasnya.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini