Yogyakarta– Ribuan jamaah yang berasal dari wilayah lokal maupun luar kota memadati kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan ibadah tahunan ini sejak pagi hari.
Salat Id dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh Ustaz H. Muhammad Jamaludin Ahmad yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam kesempatan tersebut, Khatib menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga iman sebagai fondasi kehidupan, terutama setelah menjalani tempaan ibadah di bulan suci Ramadan.
Ia menekankan, iman yang kokoh merupakan modal utama bagi manusia untuk menghadapi berbagai godaan zaman.
Menurutnya, iman yang positif akan memberikan kekuatan bagi seseorang untuk tetap memiliki integritas meski hidup di tengah perubahan lingkungan.
”Dengan iman yang terjaga, manusia akan tetap memiliki integritas meski hidup di tengah zaman penuh perubahan dan kebobrokan,” ujar khatib di hadapan ribuan jamaah.
Salah satu poin penting dalam khutbah tersebut adalah kaitan antara iman dengan tanggung jawab sosial, khususnya bagi para pemimpin dan pejabat publik.
Khatib menegaskan iman yang kuat seharusnya menjadi pencegah tindakan merugikan masyarakat.
Beberapa poin utama yang ditekankan bagi para pemegang kebijakan antara lain:
Larangan penyalahgunaan wewenang: Pejabat yang beriman tidak akan mengkhianati negara.
Perlindungan lingkungan: Tidak melakukan tindakan yang merusak hutan atau alam.
Anti-korupsi: Menghindari segala bentuk korupsi yang merugikan rakyat luas.
Mengingat sifat iman yang dinamis, khatib mengajak jamaah untuk terus memelihara spiritualitas melalui interaksi dengan Al-Qur’an dan lingkungan yang saleh.
Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai Ramadan, seperti menahan diri, terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, jamaah didorong untuk meningkatkan kualitas spiritual melalui amalan sunnah, seperti salat tahajud dan doa, guna meraih kesehatan lahir maupun batin serta mengamalkan isi Al-Qur’an secara nyata dalam kehidupan.***

