Tumbuh 5,51 Persen di Triwulan IV, Ekonomi Bali Lampaui Nasional

7 Februari 2020, 00:00 WIB

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist

Denpasar – Memasuki triwulan IV tahun 2019, perekonomian Bali tumbuh
terakselerasi, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya pada triwulan IV
tahun 2019 sebesar 5,51 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengungkapkan,
kinerja perekonomian Bali pada triwulan tersebut juga tetap tumbuh lebih
tinggi bandingkan Nasional.

Menurut Badan Pusat Statistik, kinerja perekonomian Bali pada triwulan IV
tercatat tumbuh sebesar 5,51% (yoy), meningkat setelah triwulan sebelumnya
(triwulan III 2019) tumbuh melambat sebesar 5,34% (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Bali tersebut, masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan
ekonomi nasional di periode yang sama (4,97%,yoy),” tegas Trisno dalam siaran
pers, Kamis (6/2/2020).

Lapangan usaha akmamin tercatat tumbuh 6,03% (yoy), lebih tinggi dibanding
triwulan sebelumnya yaitu 5,54% (yoy).

Sementara itu dari sisi permintaan, konsumsi pemerintah pada triwulan IV 2019
tercatat tumbuh sebesar 10,40% (yoy), meningkat signifikan dibanding triwulan
sebelumnya yang mengalami kontraksi (-2,55%).

Sementara itu, untuk keseluruhan tahun 2019, kinerja ekonomi Bali tercatat
tumbuh 5,63% (yoy), melambat dibanding tahun 2018 yang tumbuh sebesar
6,33%(yoy).

Akselerasi kinerja perekonomian Bali pada triwulan IV 2019, dari sisi lapangan
usaha terutama bersumber dari meningkatnya kinerja penyediaan akomodasi
makan-minum (akmamin).

Peningkatan kinerja akmamin sejalan lebih tingginya angka pertumbuhan
kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali diperiode tersebut dan mulai turunnya
tiket pesawat angkutan udara, mendorong peningkatan kunjungan wisatawan
domestik.

“Kondisi ini disebabkan oleh datangnya masa liburan Nataru (Natal dan Tahun
Baru,” tandasnya. Peningkatan kinerja ekonomi Bali, juga didukung oleh
meningkatnya kinerja industri pengolahan.

Trisno melanjutkan, akselerasi kinerja ekonomi Bali yang lebih tinggi tersebut
agak tertahan oleh melambatnya kinerja lapangan usaha pertanian seiring dengan
musim kemarau yang panjang dan tertahannya kinerja konstruksi disebabkan oleh
pergeseran penyelesaian pembangunan beberapa proyek konstruksi.

Dari sisi komponen permintaan, akselerasi kinerja ekonomi Bali pada triwulan
IV 2019 didorong oleh akselerasi kinerja konsumsi pemerintah dan tetap kuatnya
kinerja konsumsi rumah tangga.

Meningkatnya konsumsi pemerintah didorong perbaikan kinerja PAD khususnya
dikabupaten/kota sejalan meningkatnya jumlah kunjungan wisman.

Seiring dengan hal tersebut, tetap kuatnya kinerja konsumsi rumah tangga
didukung oleh melandainya tingkat inflasi dan membaiknya kinerja pariwisata.
Untuk keseluruhan tahun 2019, kinerja ekonomi Bali tercatat tumbuh melambat
dibanding tahun 2018.

Perlambatan kinerja ekonomi Bali tersebut, terutama disebabkan oleh pengerjaan
proyek konstruksi yang tidak semasif tahun 2018, seiring dengan adanya
penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018, sehingga menahan kinerja
konstruksi dan investasi.

Sejalan dengan itu, musim kemarau panjang di tahun 2019, berdampak terhadap
tertahannya kinerja pertanian.

Kunjungan wisatawan mancanegara yang melambat, akibat semakin kompetitifnya
destinasi wisata dunia dan tertahannya kunjungan wisatawan domestik yang
disebabkan tarif angkutan udara yang tinggi, menahan kinerja ekonomi Balinusra
2019.

“Perlambatan yang lebih dalam dapat tertahan oleh meningkatnya realisasi
belanja pemerintah, sehingga menahan perlambatan perekonomian melalui
peningkatan komponen konsumsi pemerintah,” imbuhnya.

Peningkatan gaji ASN dan peningkatan nilai nominal serta perluasan bansos non
tunai di 2019 mendorong tumbuh tingginya kinerja konsumsi rumah tangga.

Sejalan dengan itu, pelaksanaan pemilihan umum berkontribusi terhadap
meningkatnya kinerja industri pengolahan ditengah tertahannya kinerja ekspor
akibat perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama Bali.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali terus memberikan perhatian
penuh terhadap berbagai perkembangan makroekonomi, baik di tingkat regional
maupun nasional serta perkembangan faktor eksternal khususnya yang beresiko
memberikan dampak pada kinerja ekspor luar negeri.

Bank Indonesia terus berupaya untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah
Provinsi Bali dalam rangka mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Bali ke
depan. (riz)

Artikel Lainnya

Terkini