Warga Jangan Terprovokasi Isu Sanksi Adat Jika Beda Pilihan Politik

8 Desember 2015, 07:50 WIB

Kabarnusa.com
Warga Banjar Adat Angkeb Canging, Desa Gulingan Kecamatan Mengwi,
Badung diminta tidak terprovokasi dengan beredarnya isu akan ada sanksi
adat berupa denda Rp50 Juta jika tidak mendukung pasangan nomor urut 2
di Pilkada Badung.

Kelian Adat Banjar Angkeb Canging Pande Made Yasa membantah tegas isu tersebut.

Diakui Yasa, beberapa kali digelar rapat warga, untuk memenangkan paslon no urut 2 di Pilkada 9 Desember 2015.

“Kalau
rapat mendeklarasikan paket Badung Bagus memang benar, memang merupakan
aspirasi krama di sini,” jelasnya didampingi Kelian Banjar Dinas Angkeb
Canging, Made Sukada kepada awak media Senin (7/12/2015),

Kesepakatan mendukung paslon no urut 2, memang benar dan sudah dituangkan dalam perarem.

Hanya, dia membantah, jika ada keputusan berupa sanksi sanksi bagi yang memilih calon berbeda, dengan denda Rp 50 juta,

“Isu sama sekali tidak benar, memang hanya sekadar isu,” ucapnya.

Kesepakatan mendukung paslon nomor urut 2, Diakui Made Yasa, memang benar dan sudah dituangkan dalam perarem.

Namun mengenai denda, dipastikan hal itu sama sekali tidak ada keputusan seperti itu.

Yasa lalu menunjukkan notulen hasil  dari beberapa agenda rapat banjar Angkeb Canging.

Pertama pada rapat banjar hari Minggu tanggal 8 November, rapat membahas odalan sekaligus agenda simakrama paslon.

Kemudian
berlanjut 12 November pelaksanaan simakrama di Pura Gunung Agung, 1
Desember kembali digelar rapat untuk membacakan hasil simakrama.

“Di
rapat itulah krama sepakat untuk mendukung nomor
2. Sekali lagi, dalam rapat tidak  tidak ada ancaman denda,” tegasnya
lagi. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini