WNA Asal Rusia yang Hilang di Tanjung Mebulu Ditemukan Meninggal Dunia

26 September 2026, 16:58 WIB

Badung — Operasi pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang dilaporkan hilang di kawasan Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar tebing pada Sabtu (26/9/2026).

​Peristiwa ini bermula saat Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan mengenai sebuah sepeda motor yang terparkir seharian tanpa pemilik di kawasan Tanjung Mebulu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Air (Polair) Polresta Denpasar serta Kepala Lingkungan Desa Pecatu guna memetakan karakteristik wilayah setempat.

​Pencarian awal sempat dilakukan melalui jalur udara menggunakan drone thermal di sepanjang tepi tebing pada pukul 11.45 WITA, tetapi belum membuahkan hasil.

Titik terang baru muncul beberapa menit kemudian ketika warga setempat mencium bau tidak sedap dan menemukan jenazah berada di antara bebatuan di bawah tebing.Warga lantas memastikan posisi korban menggunakan drone masyarakat sebelum melaporkannya kepada tim evakuasi.

​Proses evakuasi yang dimulai pukul 13.10 WITA melalui jalur Pantai Nyang-Nyang menghadapi medan yang sangat menantang. Tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi jenazah korban, yang teridentifikasi berinisial GA (40), sekitar pukul 15.00 WITA.

​Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta, menjelaskan sejumlah tantangan berat yang dihadapi timnya selama proses evakuasi di lapangan.

​”Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevakuasi korban, yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut. Yang kedua, jalan yang terjal dan bebatuan,” ujar Wahyu dalam keterangannya.

​Usai dievakuasi ke pesisir Pantai Nyang-Nyang, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika ke Rumah Sakit Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

​Operasi SAR ini melibatkan kerja sama dari berbagai unsur, di antaranya personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Babinsa, SAR Dog, Pecalang, Linmas Pecatu, ORARI Bali, perangkat desa setempat, serta warga sekitar.***

Berita Lainnya

Terkini