Badung– Banyak orang merasa takut atau ragu saat berhadapan dengan urusan jenazah. Padahal, di balik tugas mengurus jenazah—mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menguburkan—terdapat hikmah dan keberkahan luar biasa bagi yang melaksanakannya.
Dalam Kajian Ahad pagi di Yayasan Insan Mulia AlFattah Sading, Ustaz Fajar Firdausi mengungkapkan mengurus jenazah tidak hanya soal kewajiban sosial atau fardhu kifayah, melainkan ladang pahala yang sering kali mendatangkan kemudahan hidup yang tak disangka-sangka.
Ustaz Fajar menyampaikan pesan bagi mereka yang konsisten membantu urusan jenazah di lingkungannya.

Dia mengibaratkan pahala bagi mereka yang tulus mengurus jenazah seperti mendapatkan pahala emas seberat dua gunung.
“Jangan melihat dari sisi beratnya pekerjaan, tapi lihatlah kemuliaan di baliknya. Banyak kisah nyata menunjukkan orang-orang yang gemar membantu mengurus jenazah, hidupnya justru dimudahkan oleh Allah dengan cara-cara yang ajaib,” ujar Ustaz Fajar Firdausi di Sading Mengwi Badung, Minggu 5 Juli 2026.
Dalam paparannya, mengutip kisah inspiratif seorang pengemudi dan marbot masjid di daerah Pekanbaru dan Kalimantan yang aktif mengurus jenazah.

Meski penghasilan secara materi terlihat sederhana, kehidupan mereka justru dipenuhi dengan keberkahan yang nyata.
Anak-anak mereka sering mendapatkan akses beasiswa tanpa diduga.
Kemudian, saat mengalami kesulitan, pertolongan datang dari arah yang tidak disangka, seperti bantuan seragam sekolah atau kebutuhan pokok.
Tak kalah pentingnya, ada rasa syukur dan rida yang tertanam, karena mereka merasa sedang menjalankan perintah Allah untuk memuliakan sesama manusia.
Ustaz Fajar Firdausi mengingatkan dalam menjalankan fardhu kifayah* keberanian saja tidak cukup. Dibutuhkan ilmu agar prosesi pengurusan jenazah sesuai dengan syariat.
Jangan takut untuk belajar. Jika kita berani tapi tidak punya ilmu, prosesnya tidak akan maksimal. Begitu juga jika punya ilmu tapi tidak berani, kewajiban itu tetap tidak terlaksana. Jadilah pribadi yang berilmu dan berani turun tangan.
Menutup sesi kajian, Ustaz Fajar memberikan perspektif baru kematian seseorang seharusnya menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kesabaran dalam menghadapi takdir ini adalah ibadah yang sangat dicintai Allah.
Mengurus jenazah dengan ikhlas bukti nyata seorang Muslim tidak hanya peduli pada dirinya sendiri, tetapi juga memuliakan saudara seimannya hingga napas terakhir. ***

