Kulon Progo – Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKMF Penelitian REALITY Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY aktif berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan kerja bakti persiapan serta perhelatan tradisi Merti Desa di Padukuhan Kleben, Kalurahan Kebonharjo, Kabupaten Kulon Progo.
Keterlibatan aktif para mahasiswa ini merupakan bentuk lanjutan dari sinergi positif setelah sebelumnya turut serta dalam kepanitiaan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di kalurahan setempat.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali pada Minggu (9/8/2026). Di tengah jadwal padat pengabdian, perwakilan Tim PPK Ormawa yang tidak bertugas dalam pendampingan Posyandu turun langsung bergabung bersama warga untuk kerja bakti.
Berbekal semangat gotong royong, mahasiswa membagi diri dalam berbagai tugas teknis, mulai dari membungkus makanan ringan, mendirikan tenda, hingga membantu proses memasak di dapur umum.
Melalui kerja bakti ini, para mahasiswa tidak hanya meringankan beban warga dalam mempersiapkan acara, tetapi juga membangun komunikasi informal yang hangat.
Interaksi langsung tersebut membuka ruang bagi tim untuk memahami lebih dekat kondisi sosial, kebiasaan, serta dinamika kehidupan masyarakat Kalurahan Kebonharjo di luar agenda utama program kerja mereka.
Puncak kebersamaan berlanjut dua hari kemudian, tepatnya pada Selasa (11/8/2026). Tim PPK Ormawa memenuhi undangan Pemerintah Kalurahan Kebonharjo untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam perhelatan sakral Merti Desa yang dipusatkan di kediaman Lurah Kebonharjo, Padukuhan Kleben.
Merti Desa atau tradisi bersih desa ini merupakan agenda turun-temurun yang telah dilestarikan sejak masa kepemimpinan lurah pertama di wilayah tersebut.
Sebelum acara utama dimulai, perwakilan mahasiswa kembali menunjukkan dedikasinya dengan membantu penataan konsumsi dan kebutuhan teknis lainnya.
Acara inti kemudian dibuka dengan sambutan resmi, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembukaan pusaka Kalurahan Kebonharjo oleh sang lurah.
Suasana semakin meriah dengan pergelaran Tari Ledhek serta rangkaian ritual yang dibawakan oleh penari tradisional dan pamong kalurahan, yang kemudian ditutup dengan pementasan hiburan tari serta pembagian doorprize oleh Kamituwo yang disaksikan oleh masyarakat luas.
Ketua Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY, Ahmad Nazarudin Ari Nuha, menegaskan keterlibatan timnya dalam tradisi Merti Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat jalinan sosial dengan masyarakat setempat.
Keikutsertaan dalam kerja bakti dan Merti Desa membantu lebih dekat dengan masyarakat dan pemerintah kalurahan.
“Melalui kegiatan bersama ini, kami bisa mengenal budaya lokal sekaligus membangun kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program,” ujar Ahmad Nazarudin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Meskipun agenda kultural ini tidak tercantum sebagai indikator utama dalam proposal program PPK Ormawa, kehadiran mahasiswa di tengah-tengah warga terbukti memberikan dampak positif yang besar.
Pendekatan sosial secara langsung ini memperkuat komunikasi, kedekatan emosional, serta kemitraan yang harmonis antara mahasiswa, perangkat kalurahan, dan masyarakat Kebonharjo.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pelestarian tradisi desa, Tim PPK Ormawa UKMF Penelitian REALITY FIP UNY tidak hanya turut merawat nilai-nilai gotong royong, tetapi juga memperdalam wawasan kebudayaan lokal.
Langkah ini sekaligus merealisasikan esensi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, demi terwujudnya sinergi yang kokoh antara dunia akademik dan kehidupan pedesaan.***

