6 November 2026, 22:52 WIB

Sanur – Pertanyaan klasik mengenai dikotomi antara dunia bisnis dan kesenian kembali dijawab secara elegan oleh Handy Saputra. Sosok yang dikenal luas sebagai pengusaha sukses ini membuktikan totalitasnya di kancah seni lukis lewat pameran tunggal penutup tahun 2026 yang digelar di Santrian Art Gallery, Griya Santrian, Sanur, Bali.

Bagi Handy, batasan antara latar belakang profesi dan dedikasi kesenian tidak perlu diperdebatkan secara kaku. Ia menegaskan tolok ukur utama seorang kreator terletak pada konsistensi, produktivitas, serta kedalaman intensitas dari karya yang dilahirkan.

“Bagi saya, secara garis besar profesi tetap profesional. Cuma, prestasi dan karya yang sangat intens dalam berkesenian dalam hal ini seni lukis membuat sebagian orang kadang sulit membedakan apakah saya ini pengusaha atau seniman,” ungkap Handy Saputra saat diwawancarai di sela-sela pembukaan pameran.

Meski tumbuh di lingkungan industri bisnis, karya-karya lukis Handy senantiasa memuat bobot filosofis yang kuat. Dalam proses kreatifnya, ia merujuk pada adagium klasik docere et delectare, sebuah gagasan seni hakikatnya tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran yang memberikan edukasi, tetapi juga sarana hiburan yang menyejukkan hati sekaligus menghadirkan katarsis bagi penikmatnya.

Pameran tunggal ini sekaligus menjadi ruang refleksi atas pencapaian artistik Handy sepanjang tahun 2026. Di hadapan para tamu undangan, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengelola Santrian Art Gallery, sesama rekan seniman, hingga para kolektor yang terus mendukung perjalanan karyanya.

“Dengan kerendahan hati, saya mempersilakan rekan-rekan untuk melihat pencapaian dan karya-karya yang telah saya selesaikan di sepanjang tahun 2026 ini,” tutur Handy dalam sambutan pembukaannya.

Eksibisi ini menjadi penutup dari rangkaian agenda seni rupa yang produktif di kawasan Sanur sepanjang tahun. Melalui pameran tersebut, Handy berharap ruang-ruang apresiasi seni dapat terus tumbuh dan memberikan wadah yang semakin luas bagi perkembangan ekosistem seni rupa, baik di Bali maupun tingkat nasional.***

Berita Lainnya

Terkini