Denpasar — Two Islands Wines kembali menambah ragam produk melalui peluncuran Fine Tawny, wine bergaya Port yang mengambil inspirasi dari tradisi pembuatan fortified wine yang telah lama berkembang di Australia.
Peluncuran Fine Tawny menjadi bagian dari momentum 32 tahun perjalanan Hatten Winery yang dikenal sebagai salah satu pelopor industri wine di Indonesia.
Produk ini menggunakan anggur premium dari Australia Selatan dan menjalani proses pematangan selama lima tahun dengan menerapkan sistem Solera tradisional.
Fine Tawny menggabungkan kompleksitas fortified wine klasik dengan karakter khas Australia. Perpaduan tersebut menghasilkan wine dengan cita rasa kaya dan berlapis yang dirancang untuk dinikmati perlahan, terutama dalam berbagai momen istimewa.
Head Winemaker PT Hatten Bali Tbk, James Kalleske, mengatakan Fine Tawny melengkapi rangkaian gaya wine Australia yang selama ini dikembangkan Two Islands Wines.
“Two Islands selalu berkomitmen untuk memperkenalkan keberagaman gaya wine Australia,” ujar James, Senin 28 September 2026.
Menurut dia, Two Islands sebelumnya telah memiliki rangkaian sparkling wine, white wine, rosé, dan red wine. Namun, lini tersebut belum memiliki gaya sweet fortified wine.
“Fine Tawny melengkapi koleksi kami sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan tradisi fortified wine Australia melalui wine bergaya Port premium yang dibuat dengan metode tradisional,” tambahnya.
Fine Tawny dibuat dari perpaduan varietas Shiraz, Grenache, Tempranillo, dan Muscat yang berasal dari kebun anggur premium di berbagai wilayah Australia Selatan.
Dari perpaduan tersebut, Fine Tawny menghadirkan karakter kaya, manis, dan lembut dengan lapisan rasa karamel, buah-buahan kering, kacang panggang, serta rempah eksotis. Karakter tersebut dilengkapi sentuhan toffee, kulit jeruk, dan sedikit aroma kakao.
Proses pematangan perlahan selama lima tahun membuat wine ini mengembangkan kedalaman rasa sekaligus mempertahankan karakter buah yang segar. Perpaduan tersebut menghasilkan keseimbangan rasa pada setiap tegukan.
Keunikan lain Fine Tawny terletak pada penggunaan house-made brandy yang dibuat dan dimatangkan dalam tong kayu di winery Sanur.
Proses aging tradisional tersebut berlangsung dalam iklim tropis Bali yang hangat dan menghasilkan wine dengan tekstur lembut, karakter rasa kaya, serta perpaduan rasa yang harmonis.
Gaya fortified wine juga memiliki kaitan dengan perjalanan James Kalleske sebagai pembuat wine. Ia telah menaruh minat pada jenis wine tersebut sejak memulai kariernya di Barossa Valley, Australia.
Dengan kadar alkohol 18 persen ABV, Fine Tawny dirancang untuk diminum secara perlahan. Wine ini dapat dipadukan dengan hidangan penutup berbahan cokelat, kue bercita rasa kaya, aneka keju, maupun dinikmati bersama teman setelah makan malam.
Berbeda dari kebanyakan wine, Fine Tawny masih dapat dinikmati hingga empat minggu setelah botol dibuka apabila disimpan di dalam lemari pendingin.
Karakter tersebut membuatnya dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan, termasuk malam santai maupun momen istimewa.
“Saat ini, penikmat wine semakin mencari pengalaman yang menawarkan kecanggihan, kompleksitas, warisan tradisi, dan sering kali sentuhan rasa manis,” kata James.
Ia berharap Fine Tawny tidak hanya menawarkan karakter rasa, tetapi juga menghadirkan pengalaman refleksi, sejarah, serta keterikatan dengan tempat asal wine tersebut.
Marketing Manager PT Hatten Bali Tbk, IGA Reditya Candradewi, mengatakan peluncuran Fine Tawny menjadi bagian dari perjalanan Hatten Winery yang memasuki usia 32 tahun.
Sejak 1994, Hatten Winery berkembang sebagai pelopor industri wine di Indonesia. Melalui PT Hatten Bali Tbk dan sejumlah mereknya, termasuk Hatten Wines, Two Islands Wines, Two Islands Reserve, serta Dragonfly Wines, perusahaan terus mengeksplorasi berbagai gaya dan pengalaman baru bagi konsumen Indonesia.
Menurut Reditya, Fine Tawny merefleksikan semangat inovasi sekaligus warisan yang telah membentuk perjalanan perusahaan sejak 1994.
“Two Islands Fine Tawny merefleksikan visi kepeloporan, semangat inovasi, dan warisan yang terus berkembang, yang telah membentuk perjalanan PT Hatten Bali Tbk sejak 1994,” ujarnya.
Mengusung gaya Australia dan diracik di Bali, Fine Tawny memadukan penghormatan terhadap tradisi dengan semangat eksplorasi.
Two Islands Fine Tawny tersedia sejak Juni 2026 di sejumlah toko dan restoran pilihan, The Cellardoor Bali, serta The Cellardoor Jakarta.***

