Denpasar – Bali tak ingin hanya dikenal sebagai destinasi liburan favorit, tapi juga sebagai pusat pertemuan bisnis kelas dunia.
Menyambut babak baru, Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) kini bersiap melakukan langkah strategis dengan melantik pengurus baru untuk periode 2026–2031.
Acara pelantikan yang berlangsung pada 5 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Sanur, ini bukan sekadar seremoni.
Ini adalah penanda dimulainya upaya besar untuk menyatukan pemerintah, pelaku industri, hingga komunitas kreatif dalam memajukan sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di Pulau Dewata.
Ketua Umum BaliCEB, Dr. Ketut Jaman, menegaskan Bali punya modal yang tak dimiliki destinasi lain.
Selain keindahan alam, Bali sudah terbukti sukses menjadi tuan rumah berbagai ajang bergengsi seperti KTT G20, IMF–World Bank Annual Meetings, hingga World Water Forum.
“Keberhasilan tersebut didukung oleh infrastruktur mumpuni, mulai dari kawasan eksklusif ITDC Nusa Dua hingga hadirnya KEK Kesehatan Sanur,” ungkap Ketut Jaman.
Kombinasi antara kenyamanan liburan (leisure) dengan fasilitas bisnis profesional inilah yang membuat Bali sulit ditandingi.
Ke depannya, BaliCEB tidak akan bergerak sendiri. Mereka ingin menjadi rumah kolaborasi bagi hotel, event organizer, UMKM, hingga pelaku seni lokal. Fokus utamanya adalah:
Promosi Global: Aktif tampil di pameran MICE dunia seperti IMEX Frankfurt hingga AIME Melbourne.
Standar Profesional: Meningkatkan kualitas layanan agar selalu berstandar internasional.
Dampak Ekonomi: Memastikan setiap acara yang digelar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal, mulai dari tenaga kerja hingga pelaku UMKM.
Bagi Bali, sektor MICE bukan cuma soal mendatangkan orang untuk rapat.
Industri ini menjadi kunci transformasi pariwisata yang lebih berkualitas, di mana wisatawan yang datang cenderung memiliki durasi tinggal lebih lama dan kontribusi ekonomi yang lebih luas bagi daerah.
“Bali bukan hanya destinasi wisata dunia, tapi panggung pertemuan dunia—tempat lahirnya gagasan, kolaborasi, dan masa depan,” ujar Dr. Ketut Jaman penuh optimisme.
Bagi para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, BaliCEB mengajak untuk bergabung dan bersinergi.
Dengan kolaborasi yang kuat, Bali kini semakin siap dan percaya diri untuk menjadi destinasi MICE unggulan yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan di Asia maupun dunia.***

