Jakarta – Persaingan di industri hospitality dan pariwisata kini tidak lagi sebatas menawarkan akomodasi maupun destinasi wisata. Pelaku industri juga dituntut mampu membangun narasi yang menarik dan relevan dengan kebutuhan serta karakter wisatawan.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu momentum bagi SCOP3 Group, agensi komunikasi berbasis di Indonesia yang memiliki fokus pada sektor hospitality, lifestyle, dan pariwisata, untuk memperluas portofolionya melalui empat kemitraan terbaru.
Empat kemitraan tersebut melibatkan Resorts World Sentosa (RWS) di Singapura, Hilton Padalarang Bandung, Angsana Bogor Gunung Geulis, serta KoenoKoeni Hotel Semarang.
Masing-masing memiliki konsep dan karakter yang berbeda. Portofolionya mencakup resor terpadu berskala regional di Singapura, jaringan hotel internasional, resor peristirahatan di kawasan dataran tinggi, hingga hotel butik mewah yang mengedepankan kekayaan budaya dan warisan lokal.
Keberagaman karakter tersebut turut memperluas peran SCOP3 dalam memenuhi kebutuhan komunikasi strategis dan hubungan masyarakat di industri hospitality. Cakupannya meliputi pelaku usaha pariwisata dan hospitality, baik dari jaringan internasional maupun Indonesia, yang ingin memperkenalkan dan menjangkau pasar di berbagai wilayah Tanah Air.
Perluasan portofolio ini menyusul pencapaian SCOP3 pada Agustus 2026. SCOP3 meraih penghargaan Indonesia PR of the Year 2026 Awards untuk kategori Marketing PR Program melalui kampanye bersama Saudi Tourism Authority.
Penghargaan tersebut memperkuat pendekatan SCOP3 yang menempatkan pemahaman terhadap audiens, relevansi budaya, dan strategi storytelling sebagai bagian penting dalam komunikasi hospitality dan pariwisata.

Direktur SCOP3 Group Ronald Liem mengatakan persaingan di industri hospitality dan pariwisata terus meningkat, dan sekadar mendapatkan perhatian tidak lagi cukup.
“Pelaku industri perlu memahami apa yang membuat mereka relevan bagi audiens tertentu, apa yang membuat kisah mereka berbeda, dan bagaimana menyampaikannya dengan cara yang membuat orang lain ingin terlibat dalam percakapan tersebut,” ujar Liem dalam pernyataan resminya.
Menurut Liem, empat kemitraan baru tersebut menarik karena masing-masing memiliki karakter dan kebutuhan komunikasi yang berbeda.
“Keberagaman ini terus memperluas pemahaman kami tentang hal-hal yang menarik bagi wisatawan dan konsumen Indonesia,” katanya.
Salah satu kemitraan terbaru SCOP3 adalah Resorts World Sentosa (RWS), resor terpadu seluas 49 hektare di Pulau Sentosa, Singapura.
RWS kini memasuki fase transformasi melalui RWS 2.0, yang menghadirkan berbagai atraksi, hotel, kuliner, hiburan, dan pengalaman gaya hidup baru maupun yang terus berkembang.
Indonesia menjadi salah satu dari tiga pasar prioritas utama RWS. Kondisi tersebut membuka ruang komunikasi yang lebih luas, terutama untuk menghadirkan alasan baru bagi wisatawan Indonesia yang sudah familiar dengan Singapura dan Sentosa agar kembali mengeksplorasi destinasi tersebut.
Sejumlah pengembangan baru, antara lain Minion Land by Illumination di Universal Studios Singapore, perluasan Singapore Oceanarium, destinasi gaya hidup WEAVE, serta The Laurus, a Luxury Collection Resort, menjadi bagian dari transformasi RWS.
SCOP3 akan mengemas berbagai pengembangan tersebut dalam narasi yang lebih luas, mulai dari perjalanan keluarga, experiential tourism, hospitality mewah, kuliner, gaya hidup hingga hiburan.

Pendekatan tersebut tidak menempatkan setiap atraksi sebagai cerita yang berdiri sendiri, tetapi menghubungkannya dengan alasan yang lebih relevan bagi wisatawan Indonesia untuk berkunjung dan memperpanjang pengalaman mereka di RWS.
Di Jawa Barat, Hilton Padalarang Bandung menandai kehadiran perdana merek unggulan Hilton di wilayah Bandung Barat.
Berlokasi di Kota Baru Parahyangan, hotel dengan 218 kamar tersebut berada sekitar 10 menit dari Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang dan sekitar 30 menit dari pusat Kota Bandung.
Kehadiran Hilton tidak hanya membawa merek hotel internasional ke kawasan tersebut, tetapi juga berlangsung di tengah perkembangan konektivitas dan pembangunan Bandung Barat.
Dengan fasilitas akomodasi modern, empat tempat bersantap, fasilitas kebugaran dan keluarga, serta ruang pertemuan dan acara yang akan segera hadir, Hilton Padalarang Bandung memiliki peluang untuk memperkuat posisi Padalarang sebagai kawasan yang tidak hanya menjadi pintu masuk menuju Bandung, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata dan bisnis.
Sementara itu, Angsana Bogor Gunung Geulis membawa narasi yang berbeda. Berada di kawasan dataran tinggi, resor ini mengedepankan pengalaman yang memungkinkan tamu kembali terhubung dengan alam sekaligus menikmati waktu bersama keluarga maupun orang terdekat.
Pengalaman tersebut antara lain dihadirkan melalui Mahoni Eco-Park yang memiliki kebun tanaman herbal dan rempah organik, Terra Kids Club, Angsana Spa, yoga di ruang terbuka, serta empat kolam renang.
Lokasinya yang berada dekat Gunung Geulis Country Club juga memperkuat posisinya sebagai destinasi peristirahatan di dataran tinggi yang relatif mudah dijangkau dari Jakarta.
Di Semarang, KoenoKoeni Hotel Semarang menawarkan karakter yang berbeda melalui narasi yang bertumpu pada budaya, kenangan, dan warisan.
Merek tersebut berawal dari sebuah galeri kafe yang menampilkan koleksi barang antik bersejarah. Perkembangannya kemudian tidak terlepas dari apresiasi terhadap craftsmanship dan cerita yang melekat pada berbagai benda lintas generasi.
Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam hotel butik mewah berkapasitas 111 kamar yang menghadirkan pengalaman hospitality kontemporer sebagai sebuah “portal melintasi waktu”, mempertemukan kekayaan sejarah dengan kenyamanan modern.

Konsep kuliner Roepa Rasa, Sapa Rasa, restoran dan bar rooftop Soeara Langit, serta fasilitas kebugaran, rekreasi, dan acara semakin memperkuat keterkaitan hotel dengan identitas budaya Semarang.
Keempat kemitraan tersebut memperlihatkan beragamnya kebutuhan komunikasi dalam industri hospitality, perjalanan, dan lifestyle.
Di tengah semakin banyaknya pilihan destinasi, hotel, restoran, pengalaman wisata, dan produk lifestyle, membangun daya tarik tidak lagi cukup mengandalkan pengumuman pembukaan, publikasi media, atau kampanye dalam jangka pendek.
SCOP3 menempatkan komunikasi strategis dan PR sebagai upaya untuk menemukan aspek yang membuat sebuah brand relevan secara budaya, emosional maupun komersial bagi audiensnya.
Pemahaman tersebut kemudian diterjemahkan menjadi narasi yang diharapkan mampu membangun ketertarikan dan hubungan jangka panjang.
“Setiap merek hospitality memiliki cerita unik yang ingin disampaikan, baik itu transformasi sebuah destinasi, karakter lingkungan sekitarnya, warisan di balik sebuah konsep, maupun cara baru untuk menikmati tempat yang sudah dikenal,” ujar Liem.
Menurutnya, peran SCOP3 adalah memahami karakter tersebut dan membawanya kepada audiens yang tepat, tanpa menghilangkan identitas masing-masing merek.
Dengan bertambahnya portofolio yang mencakup resor terpadu, jaringan hotel internasional, resor mewah, hotel independen, hingga destinasi pariwisata, SCOP3 memperluas kiprahnya di bidang komunikasi hospitality, luxury lifestyle, travel, dan destination.
Layanan tersebut mencakup komunikasi strategis, hubungan masyarakat dan media, penguatan citra destinasi, kolaborasi dengan tokoh masyarakat, serta pemahaman terhadap karakter pasar Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, SCOP3 membantu pelaku industri hospitality dan pariwisata membangun komunikasi dengan audiens yang sesuai sekaligus mengembangkan hubungan yang lebih panjang dengan pasar Indonesia.***

