Ahli Forensik dan Biologi Akui Salah Simpulkan Darah Engeline

15 Desember 2015, 18:03 WIB

Denpasar%2BBarat 20151215 03352

Kabarnusa.com – Pengakuan mengejutkan diutarakan saksi Ahli Kimia Forensik dan Biologi Polda Bali, Ngurah Wijaya Putra bahwa kesimpulan penelitian laboratorium forensik bahwa tidak ditemukan darah Engeline Megawe (8) dari hasil olah tempat kejadian perkara adalah salah.

Wijaya menyampaikan kesaksiannya dalam lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Denpasar saat dicecar pertanyaaan kuasa hukum Agus Tay Hamba May, Hotman Paris Hutapea , Selasa (15/12/2015).

Dalam keterangannya, Wijaya menyatakan, dari hasil olah TKP, enam dari tujuh titik lokasi di kamar Margriet Megawe DNA-nya tidak diketahui.

Mendengar itu, Hotman mengejar penuturan saksi ahli yang dianggapnya janggal.

“Lalu Anda bilang di kesimpulan, darah itu itu tidak cocok dengan Engeline,” tanya Hotman.

Kata Hotman, bagaimana ahli mengetahui, padahal DNA tidak teridentifikasi. Saksi tidak bisa cepat menjawab pertanyaan pengacara nyentrik itu.

Melihat itu, Hotman meminta Wijaya agar berkata jujur dalam mengungkap kasus pembunuhan bocah kelas II SD 12 Sanur, Denpasar itu.

“Jujur saja. tidak apa-apa, ini kita membantu anak kecil Engeline. Jujur saja kalau salah, pasti diampuni oleh semua agama manapun. Anda tadi di bawah sumpah. Saya akan fight di Jakarta kalau ini bohong,” tukas Hotman.

Dia melanjutkan pertanyaan, apakah kesimpulan ahli Polda Bali itu merupakan rekayasa bahkan pesanan.

“Ini perintah pimpinan saat di Polresta agar tersangka utama Agus?,” desak Hotman.

Dirinya sama sekali tidak habis mengerti, bagaimana bisa darah di enam titik, diantaranya di bawah tempat tidur Margriet, pintu buffet dan laci buffet tidak bisa teridentifikasi.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan,  jika darah tidak bisa diidentifikasi lantas bagaimana bisa menyimpulkan jika darah tersebut tidak cocok dengan korban Engeline.

“Memang kucing menstruasi? Ada darah di buffet, laci buffet, mungkin tidak binatang lompat ke buffet, mungkin tidak binatang masuk ke laci buffet?” tukasnya.

Setelah diberondong dengan pertanyaan menohok oleh Hotman, akhirnya Wijaya angkat bicara. Saksi ahli itu mengakui, jika kesimpulan yang dibuat ternyata salah.

Mendengar itu, Hotman lantas meminta jawaban saksi apakah dari tujuh titik darah di kamar Margriet, enam tidak diketahui DNA-nya, kemudian menyimpulkan itu bukan darah Engeline sebagai kesimpulan salah.

“Iya salah. Kami juga terbatas. Banyak hal yang terlewatkan,” dalih Wijaya.

Atas fakta itu, Hotman mengapresiasi kejujuran saksi ahli.

“Siapa yang salah ini, yang merumuskan atau kesalahan semua,” sambung Hotman..

Saksi Wijaya berujar singkat, bahwa itu merupakan kesalahan semua saat proses penyidikan.(kto)

Artikel Lainnya

Terkini