Akselerasi Transisi Energi, Pertamina Dorong Generasi Muda Jadi Motor Inovasi Hijau Lewat PGTC 2026

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan program Pertamina Goes to Campus(PGTC dirancang sebagai jembatan strategis antara bangku akademis dan tantangan nyata di industri energi nasional.

25 September 2026, 15:22 WIB

Jakarta – PT Pertamina (Persero) secara resmi menutup rangkaian program Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta.

Ajang penutupan yang dihelat pada 23 September 2026 ini menandai berakhirnya perjalanan program selama lebih dari empat bulan, sejak pertama kali diluncurkan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Mei 2026.

Puncak acara dimeriahkan dengan digelarnya Grand Final Energy Debate Championship (EDC) serta malam penganugerahan (awarding) bagi para pemenang EDC dan Energynovation Ideas Competition (EIC).

Momentum ini mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memaparkan gagasan dan inovasi strategis di sektor energi.

Direktur UtamaDirektur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan program ini dirancang sebagai jembatan strategis antara bangku akademis dan tantangan nyata di industri energi nasional.,

Menurutnya, kontribusi generasi muda sangat esensial dalam menjawab kompleksitas kebutuhan energi Indonesia ke depan.

Aloysius Mantiri masih ingat saat membuka PGTC di ITB bulan Mei lalu, saya titipkan pesan sederhana: stay curious, stay courageous.

“Hari ini saya tidak lagi hanya melihat rasa ingin tahu, tapi melihat bukti nyata keberanian adik-adik semua. Selama berbulan-bulan kalian belajar, berdebat, meneliti, menguji ide, dan menyempurnakan gagasan. Inilah makna dari Move Faster, Impact Further,” ujar Simon dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif mahasiswa.

Ia menilai inisiatif ini sejalan dengan konsep kampus berdampak yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di tengah masyarakat.

“Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik. Melalui EIC, adik-adik ditantang melangkah lebih jauh, tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi ikut menawarkan solusi.

Inilah makna sebenarnya dari Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, bergeser dari sekadar menghasilkan keluaran menuju menghasilkan dampak,” jelas Khairul Munadi.

Lebih lanjut, Khairul menambahkan bahwa sektor energi masa depan menuntut perspektif multidimensi yang mencakup aspek teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan. Ia berpesan agar para mahasiswa tidak berhenti berinovasi sebatas pada ajang kompetisi formal saja.

Melalui penyelenggaraan PGTC 2026 yang mengusung semangat “Energizing Acceleration for Future Impact”,

Pertamina optimistis dapat terus mencetak talenta-talenta unggul bangsa. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi melalui debat dan inovasi ide, tetapi juga membuka ruang kolaborasi sinergis antara dunia pendidikan tinggi, industri BUMN, dan para pemangku kepentingan demi mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.***

 

Berita Lainnya

Terkini