Anjing Peliharaan Dibunuh, Warga Protes Tim Penanggulangan Rabies

13 November 2015, 21:45 WIB

Protes%2Bpemilik%2Banjing%2B2

Kabarnusa.com – Suasana
gaduh terjadi di Kantor Lurah Dauh Waru, Kecamayan Jembrana, Kabupaten
Jembrana, Bali, Jumat (13/11/2015) sore. Kegaduhan dipicu protes Ketut
Wik Semara, seorang warga yang tidak terima anjing kesayangannya
dieliminasi Tim Penanggulangan Rabies atau Tim Reasi Cepat Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.

Bahkan, Wik Semara
membawa serta bangkai Alexander, anjing kesayangannya yang besar dan
berwarna hitam lengkap dengan kalung anti rabies ke kantor lurah.

Wik
Semara tidak sendiri, beberapa warga yang anjing peliharaannya dibunuh
tim penanggulangan rabies juga kompak menyampaikan protes ke Kantor
Lurah.

Untuk meredam ketegangan, Lurah Dauh Waru Ida Bagus Surya
Dharma memediasi warga yang protes dengan menggelar pertemuan di rumah
Wik Semara bersama  anggota TRC BPBD Bali. disaksikan
Babinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Dalam pertemuan Wik Semara
sebagai pemilik anjing didampingi istrinya Ni Ketut Astiti menyayangkan,
tim bekerja tidak profesional dan asal-asalan. Apalagi, tidak ada
sosialisasi dan koordinasi.

“Caranya di lapangan tidak bagus.
Masyarakat tidak tahu itu eliminasi, apalagi sama masyarakat awam.
Anjing itu kami pelihara dengan baik sehingga terawat dengan baik bahkan
ada peneng atau kalung dan itu sudah anti rabies,” tuturnya.

Dia mengakui, anjing kesayangannya, memang sempat keluar pagar, karena mengikuti adiknya yang keluar rumah..

“Jadi itu bukan anjing liar,” katanya gerah, didampingi sang istri yang menangisi kematian anjing peliharaannya itu.

Sang Istri mengira, tim akan melakukan vaksin rabies namun tiba-tiba anjing milik mereka ditulup dan mati.

Mendapat protes, salah seorang anggota tim yang tidak mau disampaikan
namanya mengatakan pihaknya meminta maaf dengan kejadian tersebut.

“Kami
bertanggungjawab, dan tidak akan melibatkan si A atau si B. Kalau kami
salah kami minta maaf, tidak salahpun kami minta maaf,” jelasnya.

Disisi
lain Lurah Dauh Waru Ida Bagus Surya Dharma mengharapkan agar kedua
belah pihak sama-sama memahami dan menyadari dan saling memaafkan.

“Ke depan agar lebih baik lagi dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” harapnya. (dar)

Artikel Lainnya

Terkini