Bandara Ngurah Rai Resmi Operasikan Posko Lebaran, Siap Layani 1,1 Juta Penumpang

14 Maret 2026, 12:26 WIB

Mangupura, 13 Maret 2026 – Menyambut arus mudik Lebaran 2026/1447 H, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali resmi mengaktifkan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran. Posko yang berlokasi di terminal kedatangan domestik ini akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menegaskan posko ini menjadi pusat koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran operasional bandara.

Posko Angkutan Lebaran akan memantau standar layanan, kesiapan fasilitas, serta arus penerbangan dan penumpang selama periode Lebaran,” ujarnya.

Manajemen bandara memproyeksikan pergerakan hingga 1,1 juta penumpang dan 6.742 penerbangan sepanjang masa angkutan Lebaran.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret (H-3 Lebaran) dengan 71 ribu penumpang, sementara arus balik diprediksi memuncak pada Sabtu, 28 Maret (H+6 Lebaran) dengan 73 ribu penumpang.

Lonjakan penumpang juga diantisipasi melalui tambahan 401 extra flight, terdiri dari 390 penerbangan domestik dan 11 internasional. Penambahan ini menyediakan lebih dari 74 ribu kursi tambahan bagi para pemudik.

Selain memantau pergerakan penumpang, bandara juga menyiapkan langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan kepadatan lalu lintas.

Posko Lalu Lintas Lebaran yang ditempatkan di Simpang AirNav akan dijaga oleh gabungan personel Polres Bandara, TNI AU, Dinas Perhubungan, Pecalang, serta InJourney Airports.

Mobil derek pun disiagakan untuk mengantisipasi gangguan kendaraan di akses jalan bandara.

Secara keseluruhan, 2.598 personel gabungan dari berbagai instansi akan siaga selama masa operasional posko.

Pelaksanaan posko tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Bandara Ngurah Rai akan menghentikan operasional pada 19 Maret pukul 06.00 WITA dan kembali beroperasi pada 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Meski demikian, personel tetap disiagakan untuk penerbangan darurat seperti evakuasi medis.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang untuk memperhitungkan waktu perjalanan agar tiba lebih awal di bandara, serta memastikan jadwal penerbangan terutama menjelang Hari Raya Nyepi,” tutup Nugroho Jati.***

Berita Lainnya

Terkini