Berikan Kenyamanan Wisatawan, Bali Gencarkan Prokes Berbasis CHSE dan Pembayaran QRIS

16 Oktober 2020, 20:58 WIB

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati/ist

Denpasar – Bali gencar menerapkan protokol kesehatan berbasis Clean,
Health, Safety and Environment (CHSE) serta penerapan pembayaran non tunai
dengan aplikasi QRIS sehingga wisatawan akan merasa aman dan nyaman
untuk berwisata ke Pulau Dewata.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace
mengatakan, pandemi Covid-19 berimbas signifikan bagi perekonomian masyarakat
Bali dimana pada triwulan kedua 2020 pertumbuhan perekonomian Bali mengalami
kontraksi yang cukup dalam hingga -10,98%.

Berbagai upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan baik berupa program dan
stimulus ekonomi baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah
diluncurkan seperti stimulus bagi pelaku UMKM, bagi para siswa SMA/ SMK,
mahasiswa hingga media baik itu media cetak maupun online.

Disamping itu dengan bekerjasama dengan Bank Indonesia dan bank-bank lainnya
di Bali juga digelar pasar gotong royong untuk menyerap hasil-hasil
pertanian dan perikanan.

Sektor pariwisata para pelaku industri pariwisata terus berbenah dengan
menyiapkan penerapan protokol kesehatan baik pada objek wisata, hotel maupun
restaurant.

“Sehingga tumbuh kepercayaan di kalangan wisatawan akan penerapan protokol
kesehatan di Bali,” ujar Cok Ace saat menjadi pembicara dalam Webinar yang
mengangkat topik “Tourism Industry Post Covid 19: Survival and Revival
Strategy” yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom di Ruang Rapat Wagub
Bali, Jumat (16/10/2020).

Di samping penerapan Clean, Health, Safety and Environment (CHSE),
penerapan pembayaran non tunai dengan aplikasi QRIS terus digencarkan sehingga
wisatawan akan merasa aman dan nyaman untuk berwisata ke Bali nantinya.

Demikian pula halnya dengan pasar domestik yang terus dipacu dan pasar
dosmetik ini merupakan peluang pasar yang cukup potensial.

Wagub Bali menambahkan, pemerintah menyiapkan sejumlah regulasi pendukung
sebagai payung hukum serta terus melakukan perbaikan sarana prasarana seperti
penambahan dan peningkatan kualitas dari rumah sakit, ruang isolasi.

Juga, kapasitas laboratorium serta terus menjajaki kerjasama dengan pelaku
industri di luar negeri dan survey trend pariwisata sebagai akibat dari
Covid-19.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan semua pihak baik itu pemerintah, pelaku
industri pariwisata dan juga masyarakat diharapkan kepercayaan akan pariwisata
Bali akan tumbuh dan pariwisata akan kembali bangkit.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo yang juga
turut menjadi pembicara webinar menyampaikan bahwa pandemi ini adalah sebuah
tantangan bagi kita semua tetapi kita jangan berputus asa.

Kita harus terus bekerja keras dan mengambil setiap peluang yang ada dari
tantangan yang kita hadapi. Di masa pandemi Covid 19 ini kita lakukan
refocusing terhadap kualitas serta target pasar pariwisata kita sehingga
kedepan pariwisata kita akan lebih berkualitas.

Indonesia memilki potensi pariwisata yang sangat luar biasa untuk itu kita
harus berkerja sama, bersemangat dan saling bahu membahu untuk kemajuan
dan kebangkitan kembali pariwisata baik di Bali maupun Indonesia pada umumnya.

Webinar diikuti secara virtual oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Bali Trisno Nugroho, pengusaha Sandiaga Uno serta Ketua Bali Tourism Board IB
Partha Adnyana serta stakeholder kepariwisataan lainnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini