Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Ricuh: Belasan Luka-Luka, 6 Mahasiswa UGM Dibebaskan Dini Hari

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan langkah tegas yang diambil jajarannya di lapangan semata-mata demi menjaga keselamatan kedua belah pihak di tengah kondisi yang membahayakan.

21 Oktober 2026, 10:13 WIB

Yogyakarta– Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berlangsung di halaman Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berujung ricuh pada Selasa (20/10/2026) malam.

Gesekan sengit antara massa aksi dan aparat keamanan mengakibatkan peserta unjuk rasa serta anggota kepolisian mengalami luka-luka.

Suasana kawasan Malioboro sejatinya sempat terpantau aman dan kondusif hingga pukul 21.05 WIB. Para wisatawan masih beraktivitas dan berbelanja secara normal karena titik konsentrasi massa aksi hanya berpusat di area dalam halaman Gedung DPRD DIY.

Namun, situasi berubah drastis menjelang pukul 21.30 WIB ketika ledakan yang terdengar mirip petasan memicu kepanikan di tengah kerumunan.

Petugas kepolisian bertindak cepat memecah kerumunan massa yang berujung pada kericuhan dan aksi saling dorong.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan langkah tegas yang diambil jajarannya di lapangan semata-mata demi menjaga keselamatan kedua belah pihak di tengah kondisi yang membahayakan.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan/dok.oliviarianjani

“Tujuan kami mengamankan tentunya untuk melindungi yang bersangkutan. Situasinya agak chaos, sehingga personel kami berusaha mengamankan anggota ataupun peserta aksi,” ujar Kombes Pol Ihsan saat memberikan keterangan resmi kepada awak media pada Selasa (20/10/2026) malam.

Ihsan membenarkan adanya korban luka-luka, baik dari kubu mahasiswa maupun aparat kepolisian, akibat aksi pelemparan batu dan bentrokan fisik.

Meskipun demikian, ia meluruskan rumor terkait adanya peserta aksi yang dilarikan ke Rumah Sakit Bethesda dalam kondisi tidak sadarkan diri. Seluruh korban dipastikan hanya menderita luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis memadai dari tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol).

“Sudah semuanya bisa beraktivitas, hanya luka ringan saja karena tadi aksi saling dorong,” tegas Ihsan.

Selain memakan korban luka, polda setempat sangat menyayangkan tindakan anarkis berupa pelemparan petasan, batu, hingga dugaan pengerusakan fasilitas publik dan kawasan cagar budaya di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian saat ini masih mendata kerusakan serta mendalami proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengusut oknum pelaku perusakan tersebut.

Di sisi lain, kericuhan tersebut sempat beruntut pada penahanan dan pendataan sejumlah peserta aksi di markas kepolisian. Enam di antara massa yang diamankan diketahui merupakan mahasiswa aktif Universitas Gadjah Mada (UGM).

Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengonfirmasi bahwa keenam mahasiswa tersebut telah dilepaskan dan kembali ke kediaman masing-masing setelah mendapatkan pendampingan dari pihak kampus.

“Jam 03.30 WIB sudah pulang semua. Jam 02.30 WIB saya mendampingi sampai pulang,” ungkap Hempri saat dikonfirmasi mengenai kondisi para mahasiswa pada Rabu (21/10/2026) pagi.

Situasi di sekitar Gedung DPRD DIY dan kawasan Malioboro saat ini telah kembali kondusif, sementara aparat kepolisian terus memantau perkembangan pasca-aksi demo tersebut.***

 

Berita Lainnya

Terkini