Dokumen Penting yang Dihasilkan KTT LB OKI di Indonesia

8 Maret 2016, 06:59 WIB

Penutupan KTT LB OKI 1

Kabarnusa.com – Para anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
yang menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa di Jakarta berhasil
menelorkan dua dokumen penting atau resolusi mengenai masa depan
Palestina dan Al-Quds Al-Sharif

Konferensi Tingkat
Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) ke-5 tentang
Palestina dan Al-Quds Al-Sharif berlangsung 2 hari, 6-7 Maret 2016, di
Jakarta Hall Convention Center telah berakhir.

Semangat
solidaritas dan dukungan penuh dunia Islam untuk menghasilkan solusi
damai terhadap Palestina menjiwai pelaksanaan KTT LB OKI.

“Selama
dua hari terakhir, saya sungguh merasakan dukungan penuh dan
solidaritas dunia Islam terhadap Palestina,” tegas Presiden Jokowi dalam
pidato penutupnya selaku tuan rumah KTT.

Dia merasa
gembira, karena para pemimpin dunia Islam sepakat merapatkan barisan dan
memperkuat persatuan untuk menggelorakan kembali dukungan terhadap
rakyat Palestina.

Kepala Negara menyampaikan KTT LB ke-5 OKI telah berhasil mengesahkan dua dokumen yang sangat penting.

Pertama adalah Resolusi yang menegaskan kembali posisi prinsip dan komitmen OKI terhadap Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Resolusi
ini diharapkan sejalan dengan kehendak rakyat Palestina.Kedua, adalah
Jakarta Declaration, sebagai inisiatif Indonesia, yang memuat rencana
aksi konkrit para pemimpin OKI untuk menyelesaikan isu Palestina dan
Al-Quds Al-Sharif.

Seperti disampaikan Presiden Jokowi,
melalui KTT ini, pemimpin dunia Islam telah mengirimkan pesan kuat
kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Palestina.

“Terdapat
urgensi bagi OKI untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina,
melalui sejumlah langkah-langkah konkrit,” tegas dia dalam laman
setkab.go.id.



Langkah konkrit tersebut, lanjut Jokowi tentang penguatan dukungan politis untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.

Pembentukan
proses kolektif internasional baru dan adanya keperluan untuk
melibatkan negara-negara muslim guna mewujudkan solusi dua negara.
Indonesia siap untuk menjadi bagian dari proses ini.

Penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan.

Peningkatan
tekanan kepada Dewan Keamanan PBB untuk memberikan perlindungan
internasional bagi Palestina, dan penetapan batas waktu pengakhiran
pendudukan Israel.

Penolakan tegas atas pembatasan
akses beribadah ke Masjid Al-Aqsa serta tindakan Israel mengubah
status-quo dan demografi Al-Quds Al-Sharif.

“Perjuangan
rakyat Palestina adalah perjuangan kita semuanya. Insya Allah, kita
dapat menyaksikan kemerdekaan Palestina dalam hidup kita,” tutup
Presiden. (wan)

Artikel Lainnya

Terkini