Elnusa Petrofin Siagakan 107 Mobil Tangki dan 409 Personel Demi Amankan Pasokan BBM di Bali

Manager Corporate Communication & Relation Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menyatakan Elnusa Petrofin memaksimalkan armada dan operasional di dua titik vital pengisian pasokan BBM di Bali, yakni Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran.

14 Oktober 2026, 09:39 WIB

Denpasar— PT Elnusa Petrofin memastikan keandalan serta kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Pulau Bali. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan energi dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.

Manager Corporate Communication & Relation Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menyatakan Elnusa Petrofin memaksimalkan armada dan operasional di dua titik vital pengisian pasokan BBM di Bali, yakni Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran.

Untuk mendukung kelancaran distribusi harian tersebut, Elnusa Petrofin mengerahkan total armada sebanyak 107 unit Mobil Tangki (MT). Armada ini terdiri dari 99 unit MT Reguler dan 8 unit MT Spot Charter, dengan total kapasitas muatan mencapai 1.760 Kilo Liter (KL).

Variasi armada yang diterjunkan memiliki kapasitas angkut beragam, mulai dari 8 KL, 16 KL, hingga 24 KL, disesuaikan dengan kebutuhan serta aksesibilitas ke berbagai SPBU.

Dari sisi ketersediaan sumber daya manusia, Elnusa Petrofin menyiagakan sebanyak 409 personel Awak Mobil Tangki (AMT).

Jumlah tersebut mencakup 397 personel reguler yang bertugas di Pulau Bali serta 12 personel perbantuan (back up) yang didatangkan khusus dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Putiarsa menambahkan, skema perbantuan personel ini menjadi komitmen perusahaan dalam menjaga aspek keselamatan kerja dan performa para pengemudi di lapangan.

“Bantuan personel AMT masih akan terus kami datangkan secara bertahap dari lokasi lain. Hal ini sangat penting untuk mem-backup operasional agar para petugas di lapangan tidak mengalami kelahan fisik (fatigue), sehingga distribusi BBM dapat berjalan aman, selamat, dan tepat waktu,” tutup Putiarsa.***

 

Berita Lainnya

Terkini