Yogyakarta — Kesuksesan besar Cidro Asmoro The Series yang berhasil meraup lebih dari dua juta penonton kini resmi melanjutkan perjalanannya ke layar lebar. Mengusung judul Cidro Asmoro The Movie, film garapan sutradara Senoaji Julius ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Oktober mendatang.
Langkah adaptasi ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Head of Production VISION+ sekaligus produser film, Rick Soerafani, menyatakan peralihan medium dari serial ke film layar lebar merupakan wujud komitmen tim untuk membawa karya tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
Tanggal penayangan perdana bahkan dipilih secara khusus untuk bertepatan dengan hari jadi Kota Yogyakarta guna memperkuat ikatan emosional serta akar budaya cerita tersebut.
Dari series yang hype, kami ingin naik level lagi. Bersama Mas Daru, Om Eri, Mas Andre, dan Mas Darboy, akhirnya terwujudlah produksi film ini. Proses kreatifnya cukup panjang karena kami ingin hasil terbaik.
“Rencananya tayang 8 Oktober, bertepatan dengan ulang tahun Kota Yogyakarta, jadi terasa pas sekali,” ujar Rick Soerafani saat menggelar jumpa pers di Raminten Kitchen, Yogyakarta, Senin (28/9).
Meski berakar dari popularitas serialnya, film ini dipastikan tidak mengulang plot cerita lama. Tim produksi menghadirkan alur baru yang dinamis dan relevan dengan dinamika kehidupan generasi muda masa kini.
Sutradara Senoaji Julius memaparkan Cidro Asmoro The Movie meramu unsur musik campursari modern karya Darboy, drama emosional, serta komedi segar yang didukung oleh jajaran pemeran seperti Erik Estrada dan Andre.
Ia menekankan bahwa elemen budaya Jawa dalam film ini dieksplorasi secara mendalam, melampaui batas visual atau ornamen semata.
“Budaya Jawa bukan hanya pakaian atau bangunan. Jawa di sini adalah sikap, kultur. Saya terinspirasi dari lagu-lagu Mas Daru yang berbahasa Jawa, bicara tentang perjuangan manusia Jawa, tapi dikemas dengan musik modern. Jadi film ini tetap modern, namun unsur Jawa menjadi bagian penting yang membentuk karakter,” jelas Senoaji Julius.
Menyatukan genre komedi, drama, dan musik lokal ke dalam satu narasi yang padu diakui menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi. Kendati demikian, kombinasi tersebut diyakini mampu menjangkau penonton lintas generasi, termasuk Gen Alpha di luar wilayah Jawa.
Sentimen serupa disampaikan oleh aktor Erik Estrada. Menurutnya, keterlibatannya dalam film ini menjadi medium penting untuk membuktikan daya tawar kebudayaan daerah dalam peta industri sinema nasional.
Sering kali budaya Jawa dianggap sepele, tapi lewat film ini kami ingin menunjukkan bahwa Jawa bisa menjadi kekuatan.
“Walaupun saya orang Sunda, saya percaya bahwa budaya Jawa punya daya tarik yang besar. Film ini membuktikan Jawa bukan sekadar pelengkap, tapi bisa menjadi pusat cerita,” tegas Erik Estrada.
Diproduseri oleh Aji Fauzi, Agus Setiawan, bersama Rene Sonata, Cidro Asmoro The Movie diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan yang menyelaraskan nilai tradisi lokal dan gaya hidup modern, sekaligus mempersembahkan hiburan yang reflektif bagi masyarakat luas.***

