Gunakan Produk Lokal, Bupati Suwirta Minta Kurangi Ketergantungan Beras Luar

19 Oktober 2020, 14:23 WIB

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan pangan merupakan kebutuhan
pokok masyarakat, sehingga terwujudnya ketahanan pangan merupakan
tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat/ist.

Semarapura – Bupati Klungkung Nyoman Suwirta terus memantapkan
ketersediaan untuk menuju kemandirian pangan, memberikan pemahaman kepada
masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan dengan mengurangi
ketergantungan terhadap bahan pangan seperti beras agar menggunakan produk
lokal.

Di tengah situasi mewabahnya Pandemi virus Corona hingga saat ini, bisa
dipastikan persoalan pangan akan menjadi trending topik isu yang tidak kalah
menariknya dengan isu ekonomi domestik dan global.

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi masyarakat, yang
tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya,
beragam, bergizi, seimbang, dan aman, terjangkau.

Sebagai lembaga koordinasi fungsional Dewan Ketahanan Pangan (DKP) mengemban
peran dalam meningkatkan sinergitas antar organisasi perangkat daerah dan
instansi terkait lainnya khususnya dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan
serta program pangan sesuai dengan kewenangan, tugas, fungsi, dan tanggung
jawab masing-masing.

Dewan Ketahanan Pangan mengadaka rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan yang di
buka langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan diikuti dengan Video
Conference (zoom meeting) di Ruang Rapat Praja Mandala, Senin (19/10/2020).

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan pangan merupakan kebutuhan pokok
masyarakat, sehingga terwujudnya ketahanan pangan merupakan tanggung jawab
semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Pihaknya menghimbau untuk memecahkan berbagai persoalan dengan langkah-langkah
yakni, memantapkan ketersediaan untuk menuju kemandirian pangan, memberikan
pemahaman kepada masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan dengan
mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan seperti beras agar menggunakan
produk lokal.

Kemudian, mengembangkan sistem kewaspadaan pangan dan gizi sebagai langkah
untuk melakukan deteksi dini terjadinya kasus rawan pangan dan gizi, melakukan
intervensi terhadap adanya kasus-kasus gizi buruk dan kurang gizi secara cepat
dan tepat untuk mencegah stanting.

Tak kalah pentingya, melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat
tentang keamanan pangan.

“Kepada seluruh instansi terkait saya mengharapkan khususnya bagi koordinator
pokja ketersediaan, pokja distribusi dan pokja Konsumsi dan keamanan pangan
dapat merumuskan permasalahan, evaluasi dan rumusan untuk rencana tindak
lanjut pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Klungkung di masa pandemi
ini,” ucap Suwirta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma
menyatakan, rapat dalam rangka mewujudkan dewan ketahanan pangan yang lebih
maju, merumuskan kebijakan dan mendorong aspirasi dari masyarakat untuk
mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, mengevaluasi dan mengendalikan ketahanan pangan di tingkat
kabupaten. Pihaknya juga berharap masing-masing pokja menyampaikan evaluasi
kerja di tahun 2019 dan sekaligus merumuskan hasil yang diperoleh di tahun
2019 ini.

“Rapat pleno kali ini membahas tiga kelompok kerja yakni Pokja I Ketersediaan
dari Dinas Pertanian, Pokja II Aspek Distribusi Pangan dari Dinas Koperasi,
UKM dan Perdagangan dan Pokja III Aspek Konsumsi dan Keamanan Pangan dari
Dinas Kesehatan,” Durma menambahkan. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini