Harmoni Masyarakat Baturiti dalam Perayaan Hari Nyepi

15 Maret 2017, 08:50 WIB

baturiti%2Blintas%2Bagama

TABANAN – Sejak cukup lama masyarakat di Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Bali mampu membangun kebersamaan antar umat beragama dalam setiap perayaan hari raya keagamaan seperti pada Nyepi tahun ini.

Untuk mengamankan dan menjaga pelaksanaan Hari Nyepi, perwakilan tokoh masyarakat lintas agama berkumpul di Aula Polsek Baturiti, Selasa (14/3/17).

Para tokoh masyarakat melakukan silaturahmi dengan Kapolsek Baturiti dengan Tokoh Lintas Agama (tokoh agama & tokoh adat) untuk menumbuhkan rasa Kebhinekaan dan Kesatuan serta Cinta Tanah Air.

Turut hadir perwakilan MADP Baturiti Wayan Suwitra, Bendesa Adat Candikuning Made Susila Putra, Bendesa Adat Pemuteran Wayan Ada, Bendesa Adat Bukitcatu Wayan Puja Umbara, Bendesa Adat Baturiti Nyoman Suwitra ), Tokoh umat Katolik Romo Joseoh Gerungan, tokoh Umat Protestan Pendeta Altri J Rumawir, perwakilan dari Kipayah Al Morobhitin Baturiti Arief YS, prwakilan Pecalang Baturiti, Pekarangan, dan dari satuan keamanan (Satkam) dari Banjar Candikuning II yang totalnya 31 orang.

Kapolsek Baturiti Kompol Gede Surya Atmaja menyampaikan, dirinya melihat ada keunikan di Wilayah Kecamatan Baturiti khususnya di Desa Candikuning dan Desa Baturuti yang tidak dipunyai derah lain.

Pertemuan silaturahmi ini, membahas keamanan dimana Baturiti merupakan daerah tujuan wisata yang tergantung kepada sektor keamanan. “Mari dengan keberagaman ini kita ikat atau bentengi dgn toleransi dan komunikasi untuk menumbuhkan rasa kebhinekaan dan kesatuan serta cinta tanah air,” ajaknya.

Salah satu cara dari kapolsek Baturiti menangkal terjadinya radikalisme dan terorisme itu adalah dengan melaksanakan silaturahmi FKUB seperti ini.

Terkait dengan kegiatan menyambut hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningand, ia mengajak diperkuat toleransi baik terkait pengarakkan ogoh-ogoh sehingga tidak melewati batas wilayah untuk mewujudkan keamanan pelaksanaan hari raya Nyepi Galungan dan Kuningan.

Tokoh Muslim Banjar Candikuning II Taufiqurrahman menyampaikan Kegiatan silaturahim lintas agama ini sangat penting karena bisa menyamakan persepsi sehingga dengan saling memahami bisa menjalin toleransi.

“Hubungan kami antar umat Islam dan Hindu di Candikuning sangat luar biasa, cerita keakraban dan toleransi antar Hindu Muslim di candikuning semakin saat ini memudar, pernah ada kejadian Bom Bali I sehingga muncul asal usul sejarah Desa Candikuning,” kisahnya.

Tokoh Muslim Baturiti lainnya Arif menambahkan, antar agama saling mengenal saling tahu, inti miskomunikasi karna kita saling memendam isi hati. Untuk itu, dia mengajak antar umat saling membangun kepercayaan dan terbuka sebagai sesama saudara.

Perwakilan dari MADP (Majelis Alit Desa Pekraman) Baturiti yaitu Suwitra menyampaikan, Himbauan hadi raya nyepi sudah dibagikan ke masing-masing Desa adat. “Intinya tahun tahun yang lalu pelaksanaan nyepi sudah bagus kedepan akan datang bisa kiranya lebih ditingkatkan oleh seluruh elemen agama, dan adat,” imbuhnya.

Bendesa adat Baturiti Nyoman Regita juga menyampaikan, pembauran keagaam di Desa adat Baturiti sudah berjalan sejak nenek moyang. Salah satu bisa dilihat kuburan menjadi satu, pembauran sudah menjadi warisan.

“Permintaan terkait catur brata penyepian kiranya mampu dan didukung juga oleh umat lain, kami tidak menerjunkan pecalang secara khusus melaksanakan pengamanan,” imbuhnya. (gus)

Artikel Lainnya

Terkini