Inilah Lukisan Kontemporer Seniman ASEAN dan India

4 Mei 2015, 06:57 WIB
Konsulat Jenderal India di Bali, Amarjeet Singh Takhi (kiri), dan Ketua PHI Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (kanan)  hadiri pembukaan ‘Merging Metaphors’ di Museum Puri Lukisan di Ubud. .

Kabarnusa.com – Puluhan karya seni lukis kontemporer karya seniman di negara-negara ASEAN dan India ditampilkan bersama dalam ajang pameran lukisan ‘Merging Metaphors’ di Museum Puri Lukisan di Ubud.

Acara dihelat Konsulat Jenderal India di Bali, berkolaborasi dengan Museum Puri Lukisan di Ubud Kabupaten Gianyar.

Pameran merupakan bagian dari ‘Sahabat India’ – Festival of India in Indonesia 2015 yang akan berlangsung di Museum Puri Lukisan, Ubud hingga 18 Mei 2015 dan dapat dikunjungi di jam operasional 9 pagi hingga 6 petang.

‘Merging Metaphors’ merupakan pameran seni karya oleh sekumpulan 25 seniman dari India dan ASEAN, termasuk Ivan Sagita dan Pupuk Daru Pramomo dari Indonesia.
Karya-karya ini diciptakan selama India-ASEAN Residency di Darjeeling, India pada tahun 2012.

Pameran unik ini, merupakan perayaan, dalam konteks kontemporer global, di dalam keterkaitan secara budaya dan historik yang telah berkembang di India dan Asia Tenggara selama lebih dari seribu tahun.

Sebuah hasil dari pertemuan yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Indian Council for Cultural Relations (ICCR), mengandung karya baru yang diciptakan khusus untuk proyek oleh seniman dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Mereka  menghabiskan waktu selama satu minggu di Darjeeling dengan panorama perbukitan yang mengagumkan bersama dengan rekanan dari India dalam memadukan sinergi kreatif dan dialog.  

Merging Metaphors merupakan pameran yang mengagumkan yang menawarkan pandangan beragam dan semangat kesenian kontemporer di wilayah tersebut. 

Di dalam pembukaan pameran, Konsul Jenderal A.S. Takhi menyatakan bahwa merging metaphor merupakan hasil dari perpaduan harmoni antara seniman India dan ASEAN. Beliau mengatakan pula bahwa pameran ini luar biasa karena menggabungkan seniman dari India dan ASEAN untuk berkumpul bersama dan menyelaraskan ide-ide mereka, ekspresi artistik dan gaya mereka. 

Cok Putra dari Puri Ubud & Yayasan Ratna Wartha menyambut pameran ini dengan hangat di Museum dan sangat mengapresiasi program Festival Sahabat India di dalam memperdalam relasi orang-ke-orang.

“Kami berharap pelukis lokal dan seniman dapat memperoleh pandangan dari pameran Merging Metaphors,” katanya dalam siaran pers diterima Kabarnusa.com belum lama ini.

Dia menawarkan dukungan penuh di dalam pengadaan pameran serupa dan berbagai acara socio-cultural dari India di Ubud.

Dalam pembukaan pameran ini, Cok Ace menekankan, karya seni ini dapat membantu seniman lokal untuk memahami dan mengapresiasi ekspresi artistik dari berbagai negara Asia Tenggara dan India.

Lebih khusus lagi, selama ini mereka terpengaruh oleh pandangan Barat di dalam karya seni mereka.

Mantan Bupati Gianyar dua periode itu, mengapresiasi Festival Sahabat India di dalam menghubungkan masyarakat, khususnya generasi muda India dan Indonesia.

Pameran ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Museum Puri Lukisan, Ubud; Indian Council for Cultural Relations (ICCR), New Delhi dan  Konsulat Jenderal India di Bali, dengan dukungan dari Fabulous Ubud.

Pembukaan pameran diadakan di Museum Puri Lukisan pada tanggal 1 Mei 2015 oleh  Konsulat Jenderal India di Bali, Amarjeet Singh Takhi, bersama dengan Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran (PHRI) Regional Bali yang juga sebagai Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).

Juga hadir, Tjokorda Gde Putra Sukawati (Cok Putra) dari Puri Ubud dan Ketua  Yayasan Ratna Wartha, Ubud & Tjokorda Raka Kerthayasa (Cok Ibah) selaku perwakilan (DPRD) Provinsi Bali. (gek)

Berita Lainnya

Terkini