Polresta Sleman Masih Kaji Nasib Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem

15 Juni 2026, 09:57 WIB

Sleman -Polresta Sleman hingga kini masih mendalami kasus penemuan dan evakuasi 11 bayi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem.

Meski ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran, polisi belum memutuskan apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah pidana atau cukup diselesaikan melalui jalur pembinaan.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil asesmen menyeluruh dari dinas terkait.

“Kami menunggu data lengkap dari dinas, lalu akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya di Mapolresta Sleman, Kamis (11/6/2026).

Mateus menegaskan, penanganan kasus ini dilakukan dengan sangat hati-hati karena menyangkut masa depan anak-anak dan orang tua mereka.

Polisi pun membuka peluang menggunakan asas ‘ultimum remedium*, di mana jalur hukum pidana menjadi pilihan terakhir.

“Kami mempertimbangkan asas kemanfaatan. Apakah penegakan hukum ini memberikan manfaat lebih, atau justru lebih baik diselesaikan lewat pembinaan dan sanksi administratif dari dinas terkait.

Fokus utama kami tetap keselamatan dan masa depan bayi-bayi tersebut,” tambahnya.

Selain soal nasib hukumnya, polisi juga tengah menelusuri dugaan ketidaksesuaian data pada Surat Keterangan Lahir (SKL).

Pihak penyidik sedang memverifikasi keaslian dokumen tersebut, termasuk adanya temuan nama panggilan orang tua yang tidak sesuai dengan identitas kependudukan resmi.

Terkait dugaan adanya praktik adopsi ilegal, polisi mengaku masih melakukan sinkronisasi data dan belum bisa menarik kesimpulan.

Sebagai langkah tegas, lokasi penampungan bayi di Pakem tersebut kini telah ditutup total. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sleman, penutupan dilakukan karena ditemukan pelanggaran prosedur administrasi.

Pemerintah Daerah pun berkomitmen untuk memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Saat ini, prioritas utama kepolisian adalah memulihkan kondisi kesehatan 11 bayi tersebut, di mana tiga di antaranya dilaporkan mengalami masalah kesehatan seperti sakit kuning, hernia, hingga penyakit jantung bawaan. Nantinya, seluruh bayi akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing melalui prosedur yang legal dan aman. ***

Berita Lainnya

Terkini