Kasus Rai Iswara Dibawa ke Komisi Aparatur Sipil Negara

12 Agustus 2015, 06:56 WIB
Pembukaan%2BDTIK%2BFest%2B4
Sekda Rai Iswara saat mendampingi Ida Bagus Rai D Mantra dalam sebuah kesempatan (dok.kabarnusa)

Kabarnusa.com – Laporan dugaan penggalangan dukungan PNS yang dilakukan Sekretaris daerah Kota (Sekkot) Denpasar Denpasar, AAN Rai Iswara kini ditangani Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta. 

Kepala Baperjakat Pemprovinsi Bali, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Cokorda Ngurah Pemayun telah menindaklanjuti laporan Made Arjaya itu dengan melaporkan Rai Iswara ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta.

Laporan tersebut dikirim hari ini, ke Komisi ASN untuk ditindaklanjuti komisi yang membidangi pengawasan dan sanksi atas perilaku ASN. 

”Surat untuk menindaklanjuti laporan Pak Arjaya sudah kami kirim ke Komisi ASN hari ini (Selasa),” ujar Tjok Pemayun di Denpasar, Selasa (11/8/2015).

Surat Baperjakat ditembuskan ke Gubernur Bali dan Walikota Denpasar. Setelah menerima laporan Arjaya, pihaknya langsung menggelar rapat.

Rapat membahasa laporan Arjaya beserta barang bukti berupa rekaman pantun Rai Iswara saat apel.

Atas dasar bukti- bukti itu juga kami coba untuk melengkapi, kemudian kita teruskan ke Komisi ASN. Komisi ini yang akan menentukan keputusan berikutnya.

Nantinya, Komisi ASN itu yang memiliki kewenangan  melaksanakan pengawasan serta memberikan sanksi.
“Komisi independen ini, secara khusus mengawasi perilaku ASN,” jelasnya.

Pihaknya memastikan terus memantau proses selanjutnya di Komisi ASN.

Arjaya secara terpisah, mengatakan, akan mencari keadilan sampai titik akhir.

“Saya hanya ingin kasus ini harus diketahui publik, bahwa Pilkada itu tetap harus terjaga integritasnya,” tukas Arjaya secara terpisah kepada wartawan. (ali)

Artikel Lainnya

Terkini