Kelangkaan Pasokan BBM di Bali Buat Warga Antre Hingga 5 Jam, Sekolah Berlakukan Pembelajaran Daring

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga bahkan sudah mulai memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak pukul 05.00 WITA.

14 Oktober 2026, 14:57 WIB

Denpasar – Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Bali hingga hari ini, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga bahkan sudah mulai memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak pukul 05.00 WITA.

Mereka rela bangun sejak pagi buta dan mengantre lebih awal demi memastikan kendaraan mereka terisi BBM, meski harus menunggu beberapa jam hingga SPBU resmi beroperasi.

Pemandangan antrean panjang ini terlihat mengular di berbagai titik strategis wilayah Badung, mulai dari Sempidi, Kuta, hingga Jimbaran. Tidak hanya sepeda motor, barisan panjang mobil pribadi juga memenuhi jalanan di kawasan Renon, Sesetan, hingga Penatih di bawah terik matahari siang.

Beberapa SPBU bahkan terpaksa tutup sementara dan belum bisa melayani konsumen karena masih menunggu kedatangan pasokan BBM dari Pertamina.

“Saya antre sampai lima jam untuk dapat Pertalite,” ungkap seorang warga di kawasan Penatih, Denpasar.

Warga mengaku tidak berani meninggalkan barisan antrean agar posisinya tidak diserobot pengendara lain.

Ketegangan antarwarga juga sempat terjadi akibat kerumunan yang saling berebut untuk mendekati pintu masuk SPBU. Rasa lelah, kesal, dan kecewa menyelimuti para pengendara yang menanti kepastian pengisian BBM.

Dampak dari kelangkaan dan tersendatnya pasokan BBM ini mulai meluas. Sejumlah sekolah memutuskan untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring) dari rumah untuk beberapa hari ke depan, terhitung mulai hari ini.

Menanggapi situasi ini, Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyatakan stok dan penyaluran BBM di wilayah Bali sebenarnya dalam kondisi aman. Pihaknya terus melakukan penyuplai pasokan secara bertahap sesuai dengan jadwal pengiriman yang telah ditentukan.***

Berita Lainnya

Terkini