Lepas Jamaah Umrah di Sading, Ustaz Umar Faruq Ingatkan Kebersihan Hati dan Adab Beribadah di Haramain

Ustaz Umar Faruq menekankan agar para jamaah umroh senantiasa menanamkan niat yang suci semata-mata karena Allah SWT dalam perjalanan ibadah mereka.

4 November 2026, 20:56 WIB

Badung -Suasana khusyuk dan penuh kehangatan mewarnai acara pelepasan jemaah umrah yang diselenggarakan di Yayasan Insan Mulia Al Fattah, Sading, Mengwi, Badung, Rabu (4/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Umar Faruq Mahfudz hadir memberikan tausiah serta pembekalan penting bagi para jamaah yang akan berangkat menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Ustaz Umar Faruq menekankan agar para jamaah umroh senantiasa menanamkan niat yang suci semata-mata karena Allah SWT dalam perjalanan ibadah mereka.

Pihaknya mengingatkan pentingnya menjaga sikap, memahami tata cara ibadah, serta memperdalam ilmu manasik agar rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah dapat berjalan dengan lancar dan sempurna.

Melalui pembekalan ini, para jemaah diharapkan tidak hanya siap secara fisik dan administratif, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang dalam memenuhi panggilan Baitullah.

Menjelang keberangkatan ibadah umrah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali,  Rahmat Gunawan membagikan motivasi pentingnya merencanakan dan melaksanakan ibadah umrah selagi masih memiliki kemampuan fisik dan waktu.  

Pengusaha asal Probolinggo Jawa Timur ini  mengajak para jamaah, khususnya dari wilayah Sading, untuk mengupayakan keberangkatan umrah secara bersama-sama (umrah bareng).

Menurutnya, perjalanan ibadah yang dilakukan secara rombongan dapat memperkuat semangat kebersamaan, menjaga keistikamahan, serta menciptakan kekhusyukan dalam beribadah.  

“Mari kita berusaha selagi mampu untuk memanfaatkan sisa umur dan waktu yang ada. Dengan umrah bareng, itu memberikan semangat, kebersamaan, keistikamahan, bisa bersama-sama biar lebih khusyuk kita untuk beribadah,” ujar Rahmat Gunawan saat ditemui di Bandara Ngurah Rai.  

Ia juga mengimbau jamaah yang belum memiliki kecukupan finansial agar mulai menabung dari jauh-jauh hari serta mempersiapkan diri, baik dari segi materi maupun fisik.

Bapak dua putri ini berpesan agar masyarakat tidak menunggu usia senja untuk beribadah umrah agar tidak menjadi kendala fisik di kemudian hari.

“Jangan sampai nunggu tua baru kita berangkat umrah, jadi agak merepotkan. Jadi tetap semangat, karena yang sudah berumur pun masih semangat untuk berangkat. Jadi yang muda-muda, ayo kita ikut umrah bareng,” tambah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mengwi ini.

Bagi Rahmat Gunawan, perjalanan umrah menyimpan pengalaman batiniah yang luar biasa dan mendalam. Kesempatan melihat Kakbah secara langsung serta berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW memberikan nilai-nilai spiritual tersendiri yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.  

Pada keberangkatan kali ini, Rahmat mengungkapkan bahwa dirinya tidak pergi seorang diri, melainkan membimbing dan membawa anggota keluarga besar. “Kita sama istri, sama anak nomor dua, kemudian kakak ipar ada dua, jadi totalnya berlima,” tutupnya. ***

Berita Lainnya

Terkini