Badung – Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Koster, menyerukan kaum perempuan Bali untuk meneladani semangat R.A. Kartini dalam memperbaiki tata kelola sampah.
Ajakan penuh makna ini disampaikan di hadapan ribuan peserta talkshow “Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Peran Kartini Masa Kini” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (21/4/2026).
Dalam paparannya, Ibu Putri Koster menekankan Kartini adalah simbol keberanian perempuan untuk keluar dari belenggu adat yang menghambat kemajuan.
“Dengan pengetahuan, perempuan mampu berbuat lebih banyak untuk kehidupan,” ujarnya. Momentum Hari Kartini, menurutnya, menjadi pengingat tantangan perempuan masa kini semakin kompleks, mulai dari dunia digital hingga peran mendidik generasi Z dan Alpha.
Lebih jauh, ia menyoroti peran perempuan dalam mengubah pola pikir pengelolaan sampah.
“Puluhan tahun kita terjebak pada pola kumpul, angkut, buang. Akibatnya, TPA penuh dan lingkungan tercemar. Perempuan, khususnya ibu rumah tangga, punya peran vital untuk memutus rantai pola keliru ini,” tegasnya.
Data menunjukkan Bali menghasilkan 3.436 ton sampah per hari, dengan Denpasar menyumbang 1.005 ton dan Badung 547 ton. Karena lebih dari 60 persen sampah bersifat organik, penanganan sejak dari sumber menjadi kunci.
Ibu Putri Koster optimistis, jika perempuan konsisten memilah sampah organik dari rumah tangga hingga TPS3R, Bali akan mampu mewujudkan tata kelola sampah berkelanjutan.
Talkshow berlangsung semarak dengan interaksi bersama pelajar. Siswa SMPN 3 Abiansemal, I Gusti Ngurah Gede Iswarma, memaparkan praktik pengelolaan sampah di sekolahnya dan mendapat apresiasi langsung berupa hadiah dari Ibu Putri Koster.
Putu Mega Prasetyawati dari SMAN 1 Petang juga tampil menjawab pertanyaan seputar regulasi tata kelola sampah dengan lugas.
Selain Ibu Putri Koster, hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi sebagai narasumber.
Mereka memaparkan langkah konkret Badung dalam mengurangi ketergantungan pada TPA dengan sistem open dumping.
Usai menjadi pembicara kunci, Ibu Putri Koster bersama jajaran TP PKK Badung meninjau pameran yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini 2026.***

