Menu Ikan Laut Diburu Penikmat Kuliner Saat Pandemi Covid-19

30 Oktober 2020, 17:09 WIB

Lapak ikan segar milik Diyah tidak pernah tutup dengan alasan pandemi
Covid-19. Salah satu alasan untuk berjualan ikan laut segar adalah untuk
menciptakan kemaslahatan di berbagai pihak/Agus Nugroho Purwanto.

Yogyakarta – Keputusan Diyah, salah satu pedagang ikan laut segar di
Jalan Kaliurang Timur, kota Yogyakarta dalam mengembangkan bisnisnya di masa
pandemi Covid-19 layak mendapatkan dukungan dan apresiasi.

Diyah mulai merintis usaha ikan laut segarnya bersama sang suami yang telah
pensiun dini dari pekerjaan sebagai karyawan swasta.

Membuka usaha ketika pandemi Covid-19, menjadi tantangan tersendiri bagi
mereka. Bukan hanya spekulasi dalam penjualan ikan, namun juga harus
beradaptasi dengan adanya protokol kesehatan (Prokes) yang berlaku secara
umum.

“Pada masa pandemi, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M)
tentu kami selalu terapkan di lapak ikan segar,” ucap Diyah dalam perbincangan
ringan Jumat (30/10/2020).

Mereka menyediakan tabung cuci tangan dan sabun di atas meja, begitupun dengan
selalu menggunakan masker ketika berjualan atau melayani pembeli yang datang.

Lapak ikan segar milik Diyah tidak pernah tutup dengan alasan pandemi
Covid-19. Salah satu alasan untuk berjualan ikan laut segar adalah untuk
menciptakan kemaslahatan di berbagai pihak.

Selain untuk bisnis, ia ingin membuka lapangan pekerjaan dan menggalakkan ikan
laut sebagai salah satu makanan yang bergizi di masa pandemi Covid-19.

Kandungan protein, mineral, lemak sehat, omega 3 dan Vit. K dinilainya
memiliki nilai tersendiri dalam meningkatkan imun tubuh di masa pandemi
seperti ini.

Sri Rianti salah satu pelanggan, mengaku rutin untuk membeli ikan laut segar
selama masa pandemi ini. Alasannya adalah dengan makan makanan bergizi selama
masa pandemi adalah hal yang dinilai penting bagi keluarganya.

Rianti bukanlah satu satunya pelanggan yang dimiliki Diyah, saat ini sudah
lebih dari 20 pelanggan yang rutin membeli ikan di lapaknya setiap hari.

Selain berjualan langsung di lapak, Diyah juga gencar menawarkan dagangan ikan
laut segar miliknya di media sosial, seperti hanya dengan memasang foto atau
status di WA atau Instagram miliknya untuk mengurangi interaksi bertemu dengan
pembeli lain.

Juga, mengikuti perkembangan model penjualan online di tengah pandemi ini yang
menerapkan 3M, untuk menjaga jarak salah satunya. Ia juga memberikan layanan
atau fasilitas delivery jika jarak rumah pembeli tidak lebih dari 10km.

Hal ini dilakukannya tak lain hanya untuk meningkatkan penjualan dan menarik
pembeli yang mungkin tidak memiliki waktu untuk berbelanja ke pasar dan
memenuhi himbauan prokes covid19 untuk jaga jarak dan tetap tinggal dirumah.

“Ini adalah hal yang menarik sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kami
untuk tetap bertahan di masa pandemi seperti ini,” ucapnya. Diyah mengaku,
lapak ikan segar miliknya buka mulai jam 6 pagi sampai dengan jam 2 siang, dan
hanya menyediakan 2 kg saja per jenis ikan.

Hal ini dilakukannya agar ikan yang dijualnya selalu fresh, karena menurut
pengamatan pelanggan yang lari dari lapak ikan laut lainnya adalah masalah
segar tidaknya ikan yang dijual.

Dengan adanya pesanan pesanan yang masuk secara online pun membantu
memudahkannya dalam memasarkan ikan laut miliknya.

Tidak semulus itu ternyata berjualan ikan segar, di tengah jalan, ikan yang
belum laku terjual pun menjadi masalah baru dalam perjalanan bisnis Diyah. Tak
berhenti memutar otak, ia pun mendapatkan ide untuk membuat kerupuk dari
ikan-ikan tersebut.

Ternyata hasilnya pun bisa diterima masyarakat, dan tentu saja hal ini
memberikan income tambahan. “Pandemi ini tidak seharusnya membuat kita patah
semangat, selama kita mau berusaha, pasti ada jalan di depan untuk kita
bertahan,” Diyah menturkan sambil melayani pembeli. (anp)

Artikel Lainnya

Terkini