Denpasar – Suasana penuh semangat menyelimuti SD Bali Public School (SD BPS) saat para siswa menampilkan Parade Ogoh-Ogoh bertema “Blabar (Banjir)”, Jumat (13/3)
Acara ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga sarana edukasi yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi mencegah bencana banjir.
Parade dibuka secara resmi oleh Komite SD BPS, Ibu Yulia Gotera. Dalam sambutannya, beliau menegaskan kreativitas siswa, dukungan guru, serta peran orang tua menjadi fondasi utama keberhasilan kegiatan ini.
Ia berharap parade semacam ini terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran karakter yang menanamkan cinta budaya sekaligus kepedulian terhadap alam.
Kemeriahan dimulai dengan pementasan fragmentari yang dibawakan para siswa. Lewat cerita yang mereka perankan, tergambar jelas dampak buruk perilaku manusia yang abai terhadap lingkungan, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Pesan moral yang disampaikan sederhana namun kuat: menjaga kebersihan sejak dini adalah kunci mencegah banjir.
Setelah itu, parade ogoh-ogoh pun digelar. Ogoh-ogoh bertema Blabar tampil dengan ornamen kreatif, memanfaatkan bahan daur ulang seperti botol bekas sebagai simbol kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
Kreativitas ini tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyampaikan pesan lingkungan yang mendalam.
Arak-arakan kemudian melintasi Desa Sumerta Kelod hingga ke area Kantor Gubernur Bali.
Antusiasme masyarakat begitu terasa; banyak yang berhenti sejenak untuk menyaksikan karya siswa yang penuh makna.
Sorak sorai dan tepuk tangan menjadi bukti apresiasi atas semangat generasi muda dalam melestarikan budaya sekaligus menjaga bumi.
Lebih dari sekadar parade, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyatukan nilai budaya Bali dengan kesadaran ekologis.
SD BPS berharap para siswa tumbuh sebagai generasi yang mencintai tradisi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Parade berlangsung tertib, aman, dan penuh kegembiraan. Bagi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, pengalaman ini menjadi kenangan berharga yang meneguhkan bahwa budaya dan lingkungan adalah warisan yang harus dijaga bersama.***

