PHDI: Insiden Calonarang Akibat Tak Siapnya Skala dan Niskala

22 Oktober 2015, 09:57 WIB
Ketua%2BPHDI%2BJembrana
Ketua PHDI Jembrana Komang Arsana,

JEMBRANA – Kasus tewasnya I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14), remaja putus sekolah karena tertusuk / tertikam kris pada pentas calonarang, dinilai karena ketidak persiapan sebelum pementasan. “Peristiwa tersebut terjadi karena kelompok seni calonarang tersebut, belum siap melakukan pertunjukan,” terang Ketua PHDI Jembrana Komang Arsana, usai memberikan keterangan sebagai saksi ahli kepada penyidik Polsek Mendoyo.

Kata Arsabam ketidaksiapan itu, meliputi Sekala dan Niskala. Mengimgat seni Calonarang tersebut merupakan seni saklar yang memerlukan perlakuan/kesiapan khusus dari personil yang terlibat. “Apalagi dalam calonarang tersebut dilibatkan anak dibawah umur jelas sangat kurang tepat,” ujar Arsana kepada wartawan, Rabu (21/10/15).

Arsana mengungkapkan, Calonarang merupakan budaya masyarakat Bali yang saklar dan penuh dengan nuansa gaib. Anak di bawah umur belum siap menerima pengetahuan tentang niskala atau gaib. “Artinya anak-anak belum waktunya diajak melangkah ke alam gaib atau ke niskala. Karena anak-anak masih terlalu polos dengan gaib,” tuturnya.

Terkait proses hukum yang sedang dijalankan polisi, pihaknya percaya polisi bekerja profesional dan mampu menyelesaikan kasus ini sesuai aturan yang berlaku. (dar)

Artikel Lainnya

Terkini