Presiden Jokowi Tegaskan Relevansi ‘Bogor Goals’ di Visi APEC

21 November 2020, 08:36 WIB

Presiden Jokowi menegaskan KTT APEC 2020 yang untuk kali pertama digelar
secara virtual pada hari ini merupakan momentum tepat untuk membangun
kembali komitmen kebersamaan ekonomi anggota APEC yang telah dirajut
sejak 26 tahun lalu/Biro Pers Setpres.

Bogor – “Bogor Goals” masih relevan untuk kembali digaungkan dalam
merajut visi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pasca tahun 2020 untuk
bekerja sama menguatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas di negara
kawasan Asia-Pasifik.

KTT APEC 2020 yang untuk kali pertama digelar secara virtual pada hari ini
merupakan momentum tepat untuk membangun kembali komitmen kebersamaan ekonomi
anggota APEC yang telah dirajut sejak 26 tahun lalu.

“Saat ini saya berada di Bogor, tempat kelahiran ‘Bogor Goals’ 26 tahun yang
lalu. Saya kembali membaca Bogor Goals dan menemukan berbagai terobosan besar
yang masih sangat relevan,” ujar Presiden saat berpidato dalam KTT APEC tahun
2020 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat,
Jumat, 20 November 2020.

Bogor Goals merupakan kerangka kerja sama APEC selama 26 tahun terakhir yang
disepakati pada masa keketuaan Indonesia di APEC 1994 tersebut menekankan
pentingnya memperkokoh sistem pasar terbuka dan multilateralisme dengan
mengakui adanya perbedaan kondisi antara ekonomi maju dan berkembang.

Juga tebalnya spirit saling membantu, bekerja sama, untuk mencapai tatanan
ekonomi yang menguntungkan semua. Hal itu bahkan dirasakan masih sangat
relevan dengan kebutuhan negara-negara dewasa ini.

Kata Presiden, fondasi kebersamaan yang dibangun di tahun 1994 silam, menurut
Presiden, kini cenderung melemah. Diketahui bahwa selama dua tahun
berturut-turut KTT APEC belum dapat mencapai kesepakatan. 

Hanya saja, Kepala Negara meyakini bahwa pada pertemuan kali ini para pemimpin
APEC akan mengirim pesan positif kepada dunia. “Kini saatnya kita membangun
kembali komitmen sekuat 1994 untuk merajut visi kita pasca-2020,” Presiden
menegaskan.

Ekonomi anggota APEC saat ini menghadapi kondisi sulit sebagai dampak pandemi
Covid-19. Produk domestik bruto (PDB) APEC mengalami kontraksi hingga 2,7
persen, sementara 74 juta penduduk ekonomi anggota APEC kehilangan mata
pencarian. 

Semua pihak harus bersama-sama membalikkan keadaan tersebut. Setidaknya
terdapat tiga langkah yang dikemukakan Kepala Negara dalam pidatonya itu untuk
bersama-sama keluar dari masa sulit ini.

“Pertama, merajut kembali _strategic trust_,” ucapnya. Keberhasilan banyak
negara selama ini dimungkinkan melalui kerja sama yang terjalin dengan
negara-negara lain.

Visi APEC pasca-2020 yang diharapkan akan disepakati oleh para pemimpin APEC
pada pertemuan tahun ini akan menjadi momentum untuk mempertebal _strategic
trust_ guna mewujudkan kerja sama saling menguntungkan.

Presiden melanjutkan kedua, ekonomi anggota APEC harus dapat mereaktivasi
pertumbuhan perekonomian APEC. Harapannya ialah bahwa pada 2021 mendatang akan
terjadi pertumbuhan positif setelah sebagian besar negara mengalami
pertumbuhan negatif di masa pandemi.

Upaya bersama harus dimulai dari sekarang. Perjalanan bisnis esensial harus
didorong termasuk dengan optimalisasi APEC Business Travel Card yang
dilengkapi protokol kesehatan. 

“Kita harus perkuat rantai pasok di kawasan, konektivitas, dan digitalisasi
ekonomi,” tuturnya.

Ketiga, APEC harus terus mendorong perdagangan multilateral yang terbuka dan
adil. Langkah ini melanjutkan semangat Bogor Goals 1994, reformasi struktural
harus dilakukan masing-masing negara untuk dapat mendorong perdagangan
multilateral. 

Menurut Presiden, saat ini tidak ada pilihan lain bagi ekonomi anggota APEC
untuk tetap bekerja sama sebagaimana yang telah berhasil disepakati di Kota
Bogor pada 26 tahun silam. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini