Putri Koster Ingatkan Masyarakat Jangan Hilangkan Warisan Leluhur

20 Desember 2020, 09:30 WIB

Ketua Umum Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri
Suastini Koster ketika memberikan sambutan pada Lomba Fashion Show Endek
dan Songket yang digelar Perkumpulan Perempuan Wirausaha (Perwira)
Daerah Bali, di Wantilan Restoran Bebek Joni, Peliatan Ubud/ist

Gianyar – Masyarakat khususnya para pelaku usaha yang bergerak di
bidang kerajinan untuk tidak menjadi generasi yang menghilangkan warisan
leluhur.

Penekanan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda)
Provinsi Bali Putri Suastini Koster ketika memberikan sambutan pada Lomba
Fashion Show Endek dan Songket yang digelar Perkumpulan Perempuan Wirausaha
(Perwira) Daerah Bali, di Wantilan Restoran Bebek Joni, Peliatan Ubud,
Kabupaten Gianyar, Sabtu (19/12/2020).

Putri menegaskan hal itu terkait dengan maraknya produksi kain oleh kalangan
pabrik dan bordir yang meniru motif endek maupun songket Bali.

Ia pun tak bosan mengingatkan dua kewajiban yang harus diemban oleh para
perajin dan pelaku UMKM, yaitu melestarikan dan mengembangkan apa yang telah
diwariskan oleh generasi terdahulu.

Dua kewajiban itu hendaknya bisa dilaksanakan secara berimbang. Dia
menambahkan, sah-sah saja kreativitas berkembang dalam produksi kain
tradisional seperti teknik bordir atau printing.

Hanya saja, ia mengingatkan agar pembuatnya menciptakan motif tersendiri,
bukan menjiplak motif khas Bali.

“Selain itu, penggunaannya juga harus dibedakan. Hasil tenunan asli digunakan
untuk kamen, sedangkan yang bordiran kita arahkan untuk digunakan sebagai
bahan busana atau kerajinan lain seperti tas,” ujarnya, menandaskan.

Tak hanya pada kain tradisonal, Ny Putri Koster juga melihat ancaman serupa
pada kerajinan perak yang belakangan bersaing dengan bahan alpaka, yang dalam
pembuatannya menggunakan teknik cetak.

“Lambat laun, keahlian mengukir perak yang diwariskan secara turun-temurun
akan hilang,” katanyas. Untuk itu, ia mengajak semua pihak dapat menyatukan
komitman agar kembali ke inti penciptaan, sehingga taksu Bali tetap terjaga.

Pihaknya mengpresiasi terhadap keberadaan Perwira yang mewadahi perempuan yang
terjun di dunia usaha. Keberadaan Perwira menjadi satu bukti bahwa perempuan
mempunyai etos kerja tinggi yang mampu mengemban tugas di ranah domestik dan
sukses pula dalam karier di dunia usaha.

Satu kelebihan yang dimiliki perempuan, adalah mengerjalan segala sesuatu
dengan tulus dan tanpa pamrih. “Itulah sebabnya kenapa setiap acara yang
digelar oleh perempuan pasti meriah dan sukses,” ucapnya disambut aplaus oleh
jajaran pengurus dan anggota Perwira.

Putri meninjau pameran kerajinan yang digelar Perwira. Ia salut karena
beberapa pelaku UMKM yang berpameran adalah sosok perempuan muda. “Terus asah
kemampuan wirausahanya,” pesan Ny Putri Koster kepada seorang anak muda yang
memamerkan hasil kerajinan berupa busana.

Ketua Perwira Daerah Bali Anak Agung Putri Puspawati menyampaikan bahwa
kegiatan fashion show ini dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan Hari Ibu
ke-92 tahun 2020.

Sebagai organisasi yang mewadahi perempuan pengusaha, pihaknya terus berupaya
mendorong kreativitas anggota di tengah pandemi Covid-19.

Yang membahagiakan, ujar Pusapawati, anggota Perwira hingga saat ini masih
aktif melakukan kegiatan usaha. Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan
dukungan terhadap program Pemprov Bali, khususnya dalam pelestarian kain tenun
tradisional. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini