Resmikan Pustu Plus di NTB, Menkes Gunadi Sadikin: Pentingnya Kesehatan Jaga Perekonomian

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya masalah kesehatan yang akan berpengaruh dalam menjaga kestabilan perekonomian nasional.

25 Juni 2022, 23:10 WIB

Aik Mual – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya masalah kesehatan yang akan berpengaruh dalam menjaga kestabilan perekonomian nasional.

Menteri Gunadi Sadikin menegaskan hal itu bersamaan kegiatan Bakti Nusantara dengan meresmikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Plus di Dusun Aik Mual, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat atau NTB.

Sebelumnya, Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) melalui kegiatan Bakti Nusantara membangun SD Aik Mual pada tahun 2016 untuk mendukung layanan pendidikan di Dusun Aik Mual.

Kini, kegiatan Bakti Nusantara kembali ke daerah ini untuk semakin memantapkan dukungan kebutuhan dasar masyarakat akan kesehatan, sekaligus mendorong perbaikan kualitas SDM untuk akselerasi kesejahteraan masyarakat.

Lombok sekaligus memberikan memori tersendiri pada AFC Life Science, sebagai donatur utama kegiatan, sejak aksi AFC Care tiga tahun lalu membantu pemulihan pasca gempa.

Bersamaan kegiatan Bakti Nusantara, diresmikan pula Puskesmas Pembantu (Pustu) Plus oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Turut hadir mendampingi Menkes adalah Co-founder AFC Life Science, Ketua YTBN, dan Wakil Bupati Lombok Barat Sabtu (25/6/2022).

Bangunan Pustu Plus diresmikan mencakup gedung Pustu, alat-alat kesehatan, obat-obatan, dan ambulans. Melengkapi Pustu Plus, dibangun pula Fasilitas Air Bersih yang memiliki sumur air sedalam 120 meter dan toilet komunal, untuk membantu ketersediaan air masyarakat serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menggarisbawahi hubungan corporate social responsibility (CSR) dengan kemajuan perusahaan.

“Semakin besar perekonomian suatu negara, akan semakin maju perusahaan. Apabila negara tersebut meningkat perekonomiannya, maka daya beli masyarakat pun meningkat, dan pada akhirnya menggerakkan perekonomian,” tutur Budi Gunadi Sadikin.

Ia menekankan, kesehatan penting untuk menjaga perekonomian supaya tidak turun. Kesehatan yang terpenting pun ada di sisi hulu, yakni upaya promotif dan preventif.

Untuk mewujudkannya, lanjut dia, membutuhkan jaringan puskesmas dan layanan kesehatan di bawahnya. Semuanya harus inklusif bersama-sama, antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

“Kita tidak akan berhasil kalau pendekatannya ada pada program, harus memiliki pendekatan gerakan. Setiap komponen selanjutnya bergerak melakukan program-program, tanpa ada suruhan,” tutur Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pada 2030 nanti, populasi muda Indonesia naik mencapai puncaknya, lalu turun, sehingga butuh kesiapan merawat yang semakin tua. Maka Posyandu akan kita ekspansikan, untuk ibu, bayi, dewasa, dan lansia.

Kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah pusat, pemkab, swasta, yayasan, dan instansi lain mampu mewujudkan Pustu Plus beserta kelengkapannya, termasuk akses jalan, ambulans, dan tenaga kesehatan.

Hal ini bisa menjadi contoh ke depannya, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, semua perlu berkolaborasi, setiap pihak perlu memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya masing-masing.

“Semoga Pustu Plus dan kelengkapannya, serta Fasilitas Air Bersih menjadi titik gerak baru bagi masyarakat untuk semakin berkembang, lebih sehat, lebih berdaya,” sambut Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun.

Bangunan Puskesmas Pembantu Plus di Dusun Aik Mual ini selanjutnya dihibahkan oleh YTBN kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat. Pemkab, melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas Eyat Mayang, pun akan bersama dengan YTBN untuk penyediaan tenaga kesehatan di Pustu Plus AFC Health Center.

Disiapkan pula program-program rutin penyuluhan kesehatan ibu dan anak, gizi, hingga kesehatan reproduksi. Upaya mengurangi tingginya angka pernikahan dini di wilayah Lombok Barat juga menjadi perhatian program Bakti Nusantara bersama Pemerintah Kabupaten. Perbaikan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan pun diharapkan menjadi salah satu jalan mengatasi hal tersebut.

Dusun Aik Mual, Lombok Barat dipilih YTBN untuk pelaksanaan Bakti Nusantara karena lokasinya yang terpencil dan tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah.

Kondisi geografis Dusun Aik Mual yang berbukit-bukit serta minimnya infrastruktur pun menyebabkan perlunya peningkatan sarana untuk mempermudah akses terhadap pelayanan kesehatan. Selama ini, fasilitas kesehatan terdekat dari Dusun Aik Mual berjarak 4 (empat) jam dengan kondisi jalan yang berbatu.

Bakti Nusantara adalah gerakan dilandasi semangat kepedulian, kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong untuk mendorong pembangunan di wilayah terdepan, tertinggal, terluar (3T) Indonesia.

Diselenggarakan YTBN, yang selalu bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, PGRI, Gerakan Pramuka, Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara, serta berbagai instansi lainnya, Bakti Nusantara memiliki 3 (tiga) misi utama, yaitu kesejahteraan (Bangun Nusantara), kesehatan (Sehat Nusantara), dan pendidikan (Inspirasi Nusantara).

Pada Bakti Nusantara kali ini pun, YTBN dengan semangat inklusifnya turut menggandeng 100 relawan dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri, dalam berbagai bidang untuk bergotong royong bagi kesejahteraan warga Dusun Aik Mual.

dr. Teguh Dwi Nugroho, Sp.B, Ketua YTBN, mengungkapkan, rangkaian puncak Bakti Nusantara 2021 yang berlangsung pada 23 – 25 Juni 2022 terdiri dari workshop prakarya dan kerajinan tangan, pelatihan hidroponik (Bangun Nusantara), RS lapangan, program upaya kesehatan terpadu di sekolah.

Selain itu, program kesehatan reproduksi bagi remaja dan dewasa, peningkatan kesehatan balita dan anak, upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (Sehat Nusantara), capacity building guru, kemah perdamaian, serta pembentukan Taman Bacaan Masyarakat (Inspirasi Nusantara).

Mewakili AFC Life Science, Co-Founder Michael Tampi, mengatakan, sejak awal, AFC Indonesia memiliki visi menjadi terang bagi Indonesia.

Setelah telah membantu pembangunan sumber air bersih di daerah timur indonesia, pembangunan asrama dan sekolah di Nabire, kini AFC membantu merealisasikan Pustu Plus AFC Health Center, termasuk ambulans untuk Aik Mual.”

AFC berharap pembangunan Pustu Plus sebagai yang pertama dan ke depannya, bisa membangun 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) Pustu lagi untuk daerah-daerah tertinggal.

“Pustu ini nantinya akan dihibahkan ke pemda setempat guna dikelola secara mandiri dan profesional untuk masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya. ***

Artikel Lainnya

Terkini