Ritual Tumpak Landep, Mulai Motor Hingga Pusaka Umat Hindu Disucikan

12 Desember 2015, 10:35 WIB

Kabarnusa.com – Seluruh jenis benda yang terbuat berbahan besi atau logam serta emas seperti keris dan senjata pusaka milik umat Hindu disucikan dalam sebuah ritual Tumpak Landep yang digelar hari ini Sabtu (12/12/2015).

Tidak hanya keris atau senjata pusaka, berbagai jenis mesin produksi seperti kendaraan baik roda dua motor, roda empat atau mobil juga diupacarai.

Tak heran, jika hari wisatawan atau warga kebetulan berada di Bali, akan melihat pemandangan menarik dan unik. Semua kendaraan diisi sesajen dan hiasan khusus dari janur yang disebut ceniga, sampian gangtung, dan tamiang.

Ritual dimulai dengan pencucian seluruh senjata pusaka dan kendaraan sehingga terlihat bersih. Setelah terlihat bersih atau kinclong, dilakukan upacara pembersihan dengan menggunakan kelengkapan sarana banten.

“Rangkaian janur kombinasi bunga dan buah-buahan untuk dipersembahkan kepada Sang Pencipta,” tutur Dewa Gede Mayun salah seorang tokoh adat Kuta, Badung

Lewat, prosesi pembersihan dalam upacara Tumpek Landep ini, dimaksudkan agar berbagai senjata pusaka, alat-alat transportasi dapat dimanfaatkan dan difungsinya dengan baik serta berguna untuk kebajikan.

Dia mengungkapkan, ritual Tumpek Landep, dilakukan di setiap rumah, perkantoran hingga perusahaan mulai  pagi hingga sore hari.

“Upacara ini untuk memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Dewa Senjata,” tutur dia.

Umat Hindu di Bali dan daerah lainnya di Tanah Air, menggelar ritual Tumpek Landep setiap 210 hari sekali ini.

Hal itu merupakan wujud puji syukur umat Hindu di Bali kepada Tuhan atas limpahan nikmat senjata dan alat-alat transportasi yang bisa membantu dan mempermudah warga dalam kehidupan sehari-hari.

Ritual Tumpek Landep juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan karena senjata dan kendaraan tersebut memberikan perlindungan terhadap pemakai.

“Tumpek Landep sekaligus merupakan ‘pujawali’ Betara Siwa yang berfungsi melebur dan ‘memralina’ (memusnahkan) kembali ke asalnya,” imbuh Selain salah seorang Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta itu.

Ditambahkan, semua benda berbahan logam. memiliki unsur yang dipercaya dapat berpengaruh bagi penggunanya.

Dengan ritual Tumpek Landep ini, kata Dewa Mayun, agar dapat memberikan pengaruh yang baik dan positif bagi penggunanya sehingga bisa membawa kebaikan bagi umat manusia.(rhm)

Artikel Lainnya

Terkini