Sambut World Sight Day 2026, JEC Bali Sediakan Operasi Katarak Tanpa Biaya untuk Warga Denpasar

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menegaskan perluasan akses sosial harus tetap mengedepankan mutu pelayanan medis yang unggul.

15 Oktober 2026, 20:39 WIB

Denpasar – Menyambut World Sight Day 2026 sekaligus memperingati 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana (pendiri Gerakan Matahati), JEC Eye Hospitals and Clinics menggelar program operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat Bali melalui Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar.

Inisiatif sosial ini merupakan bagian dari aksi kolaboratif bersama Gerakan Matahati, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia.

Program ini menyasar 101 pasien di seluruh jaringan JEC sepanjang Oktober hingga Desember 2026, sekaligus mendukung target Gerakan Matahati dalam memfasilitasi 1.010 operasi katarak gratis hingga akhir tahun.

Dengan mengusung tema “Love Your Eyes”, kegiatan ini bertujuan memperluas akses layanan kesehatan mata berkualitas bagi warga yang membutuhkan.

Langkah ini menyikapi tingginya angka gangguan penglihatan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB), prevalensi kebutaan di Bali pada penduduk usia 50 tahun ke atas mencapai 2,0%, dengan katarak sebagai penyebab utama sekitar 78,0% kasus.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 600–650 ribu kasus kebutaan akibat katarak secara nasional sepanjang 2025, di mana katarak menyumbang 81,2% dari total angka kebutaan pada kelompok usia senior tersebut.

Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menegaskan perluasan akses sosial harus tetap mengedepankan mutu pelayanan medis yang unggul.

“Bagi kami, memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga.

Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan. Komitmen ini telah kami jalankan secara berkelanjutan melalui lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya.

“Pendekatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di Denpasar,” ujar Prof. Tjahjono.

Pelaksanaan operasi di Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Barat No. 170 didukung oleh dokter spesialis mata, teknologi bedah modern, serta fasilitas komprehensif.

Selain penanganan katarak, klinik ini menyediakan layanan kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, okuloplasti, kesehatan mata anak, hingga terapi mata kering (Dry Eye).

Kepala Klinik Utama Mata JEC BALI @ Denpasar, Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, M.Biomed, SpM, menyampaikan teknologi canggih dan pemeriksaan menyeluruh menjadi fondasi utama dalam menentukan teknik operasi serta pemilihan lensa tanam yang tepat bagi tiap pasien.

Melalui program operasi katarak tanpa biaya ini, pihaknya  ingin membuka akses lebih luas bagi masyarakat Bali untuk memperoleh layanan kesehatan mata berbasis teknologi modern, dengan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas.

“Harapannya, mereka dapat kembali bekerja, beraktivitas secara mandiri, dan menikmati waktu bersama keluarga dengan lebih nyaman,” kata Dr. Luh Putu Intan.

Inisiatif ini sejalan dengan perjalanan panjang JEC Eye Hospitals and Clinics yang berdiri sejak 1984 dan kini terus berkembang pesat.

 

Setelah PT Nitrasanata Dharma Tbk (pengelola JEC) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO dengan kode saham JECX pada 7 Juli 2026, ekspansinya di Bali berlanjut melalui pembangunan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur untuk mendekatkan layanan spesialis mata kepada masyarakat luas.***

 

Berita Lainnya

Terkini