Tahun 2017, Pertamina Siap Kelola Jargas 89 Ribu SR dan 53 Unit SPBG

5 Maret 2016, 06:35 WIB

539147 09423724052015 gas

Kabarnusa.com – 
PT Pertamina (Persero) mendukung penuh diversifikasi energi, salah
satunya melalui program konversi BBM ke bahan bakar gas di sektor rumah
tangga dan transportasi.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto
mengapresiasi pemerintah yang konsisten melakukan upaya peningkatan
ketahanan energi serta memberikan kontribusi positif pada lingkungan
melalui program konversi BBM ke bahan bakar gas, baik di sektor rumah
tangga maupun transportasi.

Program tersebut dijalankan melalui
pendanaan APBN dan penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara, termasuk
Pertamina untuk pembangunan dan pengelolaan infrastruktur untuk jargas,
SPBG, MRU, dan pipa.

“Langkah ini sangat strategis untuk mencapai target Energy Mix 2025 yang sudah dicanangkan pemerintah,” katanya dalam laman pertamina.com Jumat 4 Maret 2016.

Pertamina sebagai BUMN di sektor energi mengapresiasi kepercayaan pemerintah dan siap membantu mewujudkan target tersebut.

Upayanya, lewat percepatan-percepatan pelaksanaan proyek penugasan sehingga bisa segera melayani kebutuhan energi masyarakat.

Selain
infrastruktur yang diresmikan hari ini, Pertamina telah mengelola
jaringan gas rumah tangga di beberapa wilayah, meliputi Kota Prabumulih,
Kabupaten Wajo, Kota Jambi, dan Kabupaten Sidoarjo dengan total
sambungan rumah tangga sebanyak 18.976 SR.

“Sebanyak 30.407 sambungan baru di delapan kabupaten dan kota akan beroperasi pada tahun ini,” sambungnya.

Jumlah
pengguna jaringan gas rumah tangga juga akan terus bertambah. Jumlah
pengguna jargas Pertamina dari penugasan diperkirakan total mencapai
89.383 SR pada 2017.

Adapun, untuk sektor transportasi, sebanyak
34 unit Infrastruktur SPBG termasuk MRU yang tersebar di wilayah
Jabodetabek, Palembang, Semarang dan Balikpapan juga dalam pengelolaan
Pertamina. 

Dengan tambahan unit yang masih dalam tahap pe
mbangunan, investasi Pertamina, dan penugasan baru total SPBG yang akan
dikelola Pertamina pada 2017 akan mencapai 53 unit. (ari)

Artikel Lainnya

Terkini