Badung -Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan mewarnai acara Walimatusy Safar serta pelepasan calon jamaah umrah, Imam Sanusi, Ketut Ariani, dan Ketut Sulasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Yayasan Insan Mulia (YIM) Al-Fattah, Gang 7, Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Kamis (15/10/2026).
Dalam tausiyahnya, penceramah Ustaz Umar Faruq Mahfudz menekankan pentingnya meluruskan niat serta mempersiapkan mental dan keilmuan sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Ia mengingatkan keberangkatan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
Haji dan umrah itu wajib seumur hidup sekali bagi yang mampu. Mampu di sini bukan hanya tentang finansial atau kesehatan fisik, tetapi yang paling mendominasi adalah mampu secara keilmuan.
“Walaupun ke sana uangnya banyak, kalau tidak ada ilmunya, ibadahnya tidak sah,” ujar Ustaz H. Umar Faruk di hadapan para jemaah.
Ia juga mengingatkan tradisi Islam yang menganjurkan berpamitan kepada tetangga, sanak saudara, dan kerabat sebelum bepergian jauh, termasuk saat hendak menunaikan ibadah umrah maupun haji.
“Rasulullah mengajarkan agar kita berpamitan. Sebab, Allah akan menjadikan keberkahan lewat doa saudara-saudara yang kita pamiti. Semakin banyak yang dipamiti dan didoakan, semakin mustajab dan berkarokah perjalanan ibadah kita. Jangan ada rasa malu atau takut dipandang riya, karena berpamitan itu adalah anjuran,” tegasnya.
Memberikan motivasi kepada jamaah yang hadir, Ustaz Umar Faruq mengimbau agar setiap Muslim senantiasa memelihara cita-cita dan niat yang kuat untuk bisa menginjakkan kaki di Makkah dan Madinah.
Menurutnya, panggilan menuju Tanah Suci sering kali bukan tentang kaya atau miskinnya seseorang, melainkan tentang kesungguhan niat dan tekad.
Ia menceritakan kisah inspiratif seorang pengumpul sampah di Jawa Timur yang mampu menabung sedikit demi sedikit dari hasil penjualan botol bekas hingga akhirnya berhasil menunaikan ibadah umrah.
“Banyak orang berkecukupan yang belum tentu berangkat, tapi banyak juga orang dengan rezeki pas-pasan yang akhirnya ditakdirkan berangkat karena kesungguhan niatnya. Yang terpenting ada niat, ada cita-cita, dan ada upaya,” tambahnya.
Acara Walimatusy Safar yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta warga sekitar tersebut ditutup dengan doa bersama.
Seluruh jemaah mendoakan agar Imam Sanusi, Ketut Ariani, dan Ketut Sulasih diberikan kesehatan, kelancaran, serta keselamatan selama menjalankan ibadah umrah hingga kembali ke tanah air.***

