Denpasar – Stem cell kerap diasosiasikan dengan prosedur kecantikan dan anti-penuaan (anti-aging). Namun, anggapan tersebut diluruskan oleh Direktur Alster Lake Clinic, Dr. Sabine Linden.
Menurutnya, terapi sel punca memiliki fungsi yang jauh lebih esensial, yakni sebagai metode pengobatan komprehensif untuk meredakan peradangan kronis di dalam tubuh.
Dr. Sabine menjelaskan keberhasilan terapi sel punca sangat bergantung pada persiapan biologis pasien. Sebelum sel dimasukkan, lingkungan jaringan tubuh harus dipersiapkan terlebih dahulu agar tidak bersifat asam.
“Mengoptimalkan mikrobioma sangat penting karena jika Anda menyuntikkan sel ke dalam jaringan yang asam, sel tersebut akan mati,” ujar Dr. Sabine dalam keterangannya.
Ia menambahkan proses ini dirancang dalam rangkaian infus selama tiga hari berturut-turut demi menciptakan mikrobioma yang optimal sebelum sel punca diberikan.
Dalam praktiknya, Alster Lake Clinic asal Jerman ini menerapkan program bio-organik harian yang terstruktur.
Rangkaian tersebut meliputi hari detoksifikasi, hari penongkatan energi (energy-pushing), serta hari khusus untuk menetralkan keasaman jaringan tubuh. Pada hari ketiga, barulah sel-sel tubuh yang diregenerasi dimasukkan kembali ke pasien.
Lebih lanjut, Dr. Sabine menegaskan terapi ini tidak terbatas pada tujuan estetika semata. Terapi ini dirancang khusus untuk menekan tingkat peradangan tinggi yang kerap dialami oleh para penderita penyakit kronis.
“Ini bukan hanya untuk anti-aging, tetapi lebih ditujukan untuk meredakan peradangan di dalam tubuh Anda. Jika Anda menderita penyakit kronis, Anda selalu memiliki tingkat peradangan yang tinggi,” jelas Dr. Sabine.
Melalui protokol pengobatan ini, sel-sel di dalam tubuh pasien diharapkan dapat melakukan regenerasi, peremajaan, dan pemulihan secara optimal. Dengan turunnya tingkat peradangan kronis, pasien memiliki peluang besar untuk pulih dan mendapatkan kualitas hidup yang jauh lebih baik.***

