Terpisah Rombongan, Enam Orang Dikabarkan Tersesat di Gunung Adeng

7 September 2020, 14:28 WIB

Tim SAR pencarian dipermudah karena target masih bisa untuk share lokasi
dan dengan adanya teknologi Ripiter Digilog yang dimiliki Basarnas maka
dapat memantau pergerakan SRU untuk diarahkan menuju titik target berada

Tabanan – Tim SAR menerima laporan pendaki tersesat ketika turun dan
menemukan persimpangan, akhirnya mereka terpisah dari rombongan dan tersesat
di Puncak Adeng, Kabupaten Tabanan, Senin (07/09/2020).

“Proses pencarian dipermudah karena target masih bisa untuk share lokasi dan
dengan adanya teknologi Ripiter Digilog yang dimiliki Basarnas maka dapat
memantau pergerakan SRU untuk diarahkan menuju titik target berada,” jelas
Gede Darmada selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas
Bali).

Menurutnya sangat mendukung, karena biasanya tim SAR yang ada di lokasi sering
menemui kendala sinyal HP yang tidak stabil.

Awalnya target bergabung dengan rombongan berjumlah 25 orang dan memulai
pendakian sejak hari Minggu (6/9/2020), selanjutnya turun kembali kurang lebih
pukul 23.28 Wita. Posisi ketika mereka melaporkan kejadian yakni berada di
ketinggian ± 900 MDPL.

“Basarnas Bali terima laporan dini hari tadi pada pukul 01.50 Wita,”
ungkapnya.

Identitas 6 orang pendaki atas nama Fauzi (19), Anjas (21), De Ardi (20), Dewa
(20), Novita (20) dan Adi (20). Darmada mengatakan bahwa seluruhnya dalam
kondisi baik dan tidak ada yang alami cidera.

Personil dari Basarnas Bali yang terlibat sebanyak 8 orang beserta Kepala
Seksi Kesiapsiagaan dan Operasi SAR, Anak Agung Alit Supartana Ketika dimintai
keterangan ia mengungkapkan bahwa 1 orang alami keram tapi masih bisa jalan
perlahan.

Estimasi tim SAR gabungan beserta target menuruni jalur pendakian dan tiba di
Posko Desa Angsri kira-kira 2 jam lamanya. Akhirnya pada pukul 09.40 Wita
mereka sudah berada di titik kumpul dalam keadaan selamat.

Selama proses operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR lain,
diantaranya dari BPBD Tabanan, Polsek Baturiti, Pemandu lokal, masyarakat
setempat dan pihak kerabat dari target.(lif)

Berita Lainnya

Terkini