Denpasar – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) memicu terjadinya sejumlah bencana alam di berbagai daerah.
Peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan melanda Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, sehingga berdampak langsung terhadap keselamatan serta aktivitas masyarakat.
Menyikapi situasi darurat tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera menginstruksikan seluruh jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat membantu proses penanganan bencana.
Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya kesiapsiagaan satuan kewilayahan, koordinasi erat dengan pemerintah daerah serta instansi terkait, serta keharusan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan di lapangan.
Menindaklanjuti perintah pimpinan, para prajurit TNI AD langsung turun tangan berkolaborasi bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, unsur relawan, dan masyarakat setempat.
Upaya tanggap darurat difokuskan pada pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan, pengamanan lokasi rawan, hingga percepatan pemulihan jalur transportasi agar mobilitas warga dapat kembali berjalan aman.
Kehadiran personel TNI AD di lokasi bencana tidak hanya bertujuan untuk memulihkan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan keamanan lingkungan sekitar serta mengantisipasi potensi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang dinilai masih belum stabil.
Langkah cepat ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran TNI AD di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ujar Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan pengerahan prajurit ini merupakan komitmen berkelanjutan TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga tahap pemulihan wilayah.
Menurutnya, peran aktif Babinsa dan satuan kewilayahan di lapangan juga difokuskan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Selain itu, pihak Kodam IX/Udayana mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan di tengah dinamika cuaca yang masih ekstrem. Warga diminta untuk menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area di sekitar pohon besar yang berisiko tumbang, serta segera melaporkan kepada aparat terdekat jika menemukan situasi yang membahayakan.
Melalui sinergi yang kuat antara TNI AD, pemerintah daerah, dan segenap elemen masyarakat, Kodam IX/Udayana berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kesiapsiagaan guna meringankan beban warga terdampak serta menjaga keamanan dan keselamatan wilayah Provinsi Bali. ***
